BPS: IKRT di Riau Naik 0,40 Persen

BUALBUAL.com - Konsumsi Rumah Tangga Petani merupakan salah satu komponen nilai yang dibayar oleh petani. Dan pada Mei 2020 di Provinsi Riau terjadi perubahan IKRT yang naik sebesar 0,40 persen.
"Kenaikan terjadi pada semua kelompok pengeluaran, dengan kenaikan IKRT tertinggi pada kelompok pakaian dan alas kaki yaitu sebesar 0,96 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Selasa (23/6/2020).
Diikuti, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami kenaikan 0,57 persen; perumaham, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,11 persen; perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,33 persen.
Kemudian, kebutuhan pelayanan kesehatan naik 0,06 persen; transportasi naik 0,006 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,03 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,01 persen.
"Hanya pengeluaran pendidikan yang stagnan," ujarnya.
Sementara, penyediaan makanan dan minuman, restoran naik 0,01 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,38 persen.
Berita Lainnya
BPS: Nelayan dan Pembudidaya Ikan Riau Alami Kenaikan NTNP 0,52 Persen
Respon Keluhan Masyarakat, PT Dian Restu Anugrah Turunkan Alat Berat untuk Perbaiki Jalan
Begini Kata BBKSDA Soal Viralnya Seorang Pria Ditarik Orangutan di Kasang Kulim Zoo
Laskar Melayu Bersatu Desak Kominfo Hapus Aplikasi Injil Berbahasa Melayu Dari Google Play store, Syarwan Hamid: Tidak lah dia Melayu jika Tidak beragama Islam
Kadin Riau Bantu Puluhan Tabung Oksigen untuk RSUD Puri Husada Tembilahan
Kado Manis PLN Untuk Masyarakat Selat Nenek dan Pulau Jaloh Jelang Hari Listrik ke-75
BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Riau Berpotensi Hujan
Bentuk Rasa Syukur, Staff dan Karyawan PT TH Indo Plantations Melaksanakan Ibadah Qurban 28 Ekor Sapi dan 30 Ekor Kambing
Kepala DP2KBP3A Kukuhkan DPC IPeKB Inhil
Pembangunan Turap Penahan DAS di Desa Danau Baru Inhu Terindikasi Melanggar Aturan
Pengguna Jalan Sangat Terbantu Adanya Perbaikan Bahu Jalan Provinsi di Kabupaten Lampung Barat
Dampak Belum Dicairkan Dana Pembersihan Aliran Irigasi dari PUPR Provinsi Riau, Kelompok Petani Padi di Kampar Gagal Panen