Kabar Gembira, RSUD Puri Husada Tembilahan Buka Pelayanan Oparasi Bedah Mulut Tanpa Harus Rujuk dan Menunggu Kegiatan Bhakti Soial
BUALBUAL.com - Demi Melayani kesehatan masyatakat kini rumah sakit umum daerah (RSUD) Puri husada tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Telah bisa melakukan operasi bedah mulut tanpa harus dirujuk atau menunggu adanya kegiatan bhakti sosial, Tembilahan. Rabu, (08/06/20).
"drg. Deka Darma, SpBM, Dokter Bedah Mulut RSUD Mengatakan, Kesehatan merupakan pemberian tuhan bagi setiap manusia yang harus kita jaga, anda akan tahu betapa pentingnya kesehatan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah kesehatan mulut." Ujarnya.
Bedah mulut maksilofasial adalah bedah
untuk mengobati berbagai macam penyakit, luka, dan cacat pada wajah, leher, kepala, rahang, dan bagian dalam mulut. Cabang bedah ini adalah salah satu cabang spesialisasi bedah yang diakui secara internasional.
Tambah dr. Saut Pakpahan, Direktur RSUD Puri Husada, Pihak RSUD Puri Husada Sekarang secara resmi membuka pelayanan operasi bedah mulut.
Adapun Kondisi Berbagai Penyakit Pasien yang bisa ditangani oleh dokter bedah mulut:
1. Kelainan pada area mulut dan rahang, seperti bibir atau langit-langit mulut yang sumbing.
2. Abses di area mulut dan rahang.
3. Tumor atau kanker dan kista pada area mulut dan rahang, seperti kanker kelenjar air liur, kanker mulut, kanker lidah, dan kista tulang rahang.
4. Impaksi gigi, yaitu gagalnya proses pertumbuhan gigi dengan posisi yang tepat, sehingga sebagian atau seluruh gigi terjebak di dalam gusi.
5. Gangguan pada TMJ (tempromandibular joint), yaitu sendi yang berfungsi untuk menggerakkan rahang dan menghubungkan rahang dengan tengkorak.
6. Infeksi pada gigi, gusi, dan mulut. Contohnya adalah abses gigi dan gusi, atau abses pada jaringan mulut dan lidah.
7. Gangguan gerakan rahang, seperti trismus atau rahang kaku, atau tidak bisa menutup mulut(dislokasi).
8. Gangguan posisi maupun struktur tulang rahang dan gigi. Misalnya, gigi tonggos (overbite), rahang bawah yang terlalu maju (underbite), atau rahang bawah yang terlalu mundur (retrognathia).
9. Gangguan saraf pada area mulut dan rahang, seperti trigeminal neuralgia.
10. Cedera jaringan lunak dan keras pada area mulut dan rahang, termasuk patah dan luka daerah wajah.
11. Gangguan tidur, seperti mengorok dan sleep apnea.

Berita Lainnya
Olaboraksi Rotte Foundation Serahkan Bantuan Sembako Untuk Terdampak Covid-19
Bertambah 2 Orang, Tujuh Warga Pekanbaru dari Kluster Sukabumi Positif Covid-19
Analisis Hasil Pengukuran Stunting di Kecamatan Batang Tuaka 2022-2024
Kabar Duka, Kembali Perawat 'Nakes' di Riau Meninggal Dunia Karena Covid-19
Stunting Dalam Angka Di Kecamatan Keritang Tahun 2024
Jubir Covid-19 Riau : Para Santri dari Luar Riau Harus Menjalani Tes Swab
Kadiskes Riau Tingkatkan Pengawasan Jalur Masuk Ke Riau
Pasien Positif Covid-19 Kembali Bertambah 1 Orang di Karimun
Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II Sudah Sampai di Riau, Yuk Kita Lihat!
Dinkes Inhil Sampaikan Tips Kesehatan yang Penting Bagi Ibu Hamil
Upaya Memutuskan Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Petugas Labor Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Kerja 24 Jam
7 PDP yang Meninggal Dunia di Riau Belum Diketahui Hasil Swabnya