Eddy RM: Minta Oknum Kajari Inhu yang Menakut-nakuti 64 Kepala Sekolah yang Mundur Diusut
BUALBUAL.com - Tokoh masyarakat Inhu Eddy Akhmad RM meminta oknum Kajari Inhu yang diduga menakut-nakuti 64 kepala sekolah yang terpaksa mundur diusut dan diberi sangsi.
Menurut mantan anggota DPRD Riau ini, tindakan oknum jaksa yang konon bekerjasama dengan salah satu anggota LSM, tidak saja merusak citra dunia pendidikan, melainkan juga akan menghancurkan dunia pendidikan.
"Saya sudah cek dengan beberapa orang kepala sekolah. Mereka mengaku tidak salah. Namun mereka setiap saat dipanggil bahkan dimintai uang," tegas Mantan Ketua Umum Dewan Kesenian Riau.
Sebagai mana diberitakan sebelumnya, sebanyak 64 kepala sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau mengundurkan diri. Hal ini salah satunya lantaran mereka merasa tidak nyaman dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
"Iya benar, yang jelas kita baru menerima aja laporan itu, kita dalami penyebabnya. Setelah kita tahu baru kita ambil keputusan, diterima atau tidak. Jadi, selagi belum ada keputusan maka mereka masih masuk ke sekolah," ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Indragiri Hulu, Ibrahim, Rabu (15/7).
Ibrahim mengaku belum mengetahui secara persis alasan puluhan kepala sekolah itu mengundurkan diri. Sebab, berkas pengunduran diri dari kepala sekolah tersebut dikumpulkan dalam satu berkas dan ditujukan untuk Bupati Inhu, Yopi Arianto.
"Kita belum tahu alasan mereka. Sebab permohonan itu ditujukan ke Bupati dan telah kita terima, Selasa (14/7) kemarin," jelas Ibrahim.
Namun, secara lisan disampaikan kepada Ibrahim, alasan kepala sekolah itu mengundurkan diri salah satunya karena merasa tidak nyaman dalam pengelolaan dana BOS.
"Secara lisan, mereka menyampaikan merasa tidak nyaman dengan pengelolaan dana bos. Entah LSM entah apa pokoknya begitu. Itu baru sekedar informasi," katanya.
Sementara dampak dari pengunduran diri itu, ijazah siswa yang telah dinyatakan lulus beberapa waktu lalu terancam tidak tertandatangani oleh mereka.
"Kita sudah mengimbau kepada mereka untuk melaksanakan tugasnya selama belum ada keputusan," kata Ibrahim.
Menurut Ibrahim, pengunduran diri kepala sekolah itu juga bukan lantaran diterapkannya kebijakan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung yang sudah dijalankan beberapa hari ini.

Berita Lainnya
Berakhir Meriah, MOKA STIKes Husada Gemilang Bebas Plonco dan Kekerasan
Sakti nya pasar malam di Desa Silam Tak ada satu pun yang Bisa menghalang mereka Beraktivitas
Peduli Pendidikan; Bunda Paud Inhu Sambut Kunjungan Bunda Paud Provinsi
Bersaing dengan 22 PTKIN, Tim Fahmil Qur'an UIN Suska Riau Raih 5 Besar
Daftarkan Diri Anda di Webinar IWO Inhil 'Sambut Era Digital'
163 Kepsek Dilantik Di Mandau, Bupati Kasmarni Minta Mutu Pendidikan Semakin Meningkat
Mahasiswa KKN UNRI Sosialisasikan Cara Menanam Hidroponik dengan Bahan Bekas di Desa Buluhcina, Kampar
Selamat! Dua Mahasiswa UIR Raih Beasiswa Penuh dari Perusahaan Migas, Kuliah Gratis Hingga Lulus
Mahasiswi Fisip UNRI Dilaporkan ke Polisi Dugaan Pencemaran Nama Baik oleh Dosennya
Tingkatkan Kompetensi Kepala Sekolah dan Pengawas, Disdik Bengkalis Diseminasi Modul MBS Program PINTAR
Tinggal Selangkah Lagi! Sekolah Unggulan KKSS Pekanbaru Segera Berdiri
Kolaborasi Putra Putri Edukasi, Green Policing, dan Dinas Perpustakaan Kuansing Tanam Pohon