Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Diduga ada Masalah, Polres Inhil Akan Selidiki Peristiwa Keracunan MBG di SDN 032 Tembilahan
BUALBUAL.com - Polres Indragiri Hilir (Inhil) masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa sejumlah murid sekolah di Tembilahan.
Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, bahkan langsung mendatangi para korban di RSUD Puri Husada Tembilahan untuk memastikan kondisi mereka.
“Anak-anak diberikan perawatan medis karena mengeluh sakit perut, mual, dan muntah. Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memeriksa makanan yang dikonsumsi,” jelas Kapolres, Sabtu (23/8/2025).
Menurutnya, polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyediaan makanan MBG.
“Kita sedang melakukan klarifikasi terhadap seluruh petugas dapur, dan proses ini belum selesai,” tambahnya.
RSUD Puri Husada mencatat, sebanyak 24 murid dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (22/8/2025) malam. Mereka diduga mengalami keracunan setelah mengikuti kegiatan makan bersama program MBG.
Informasi yang dihimpun, mayoritas pasien merupakan murid SD Negeri 032 Tembilahan, serta beberapa lainnya berasal dari TK Faturrahman dan SD Negeri 08 Tembilahan.
Plt Kepala SDN 032 Tembilahan, Novrianto, menyebutkan sebanyak 18 murid dari sekolahnya harus dirawat.
“Saya mendapat laporan ada siswa muntah-muntah setelah makan siang. Sore harinya, beberapa sudah dibawa ke IGD,” ungkapnya.
Menurut Novrianto, program MBG di sekolahnya baru berjalan selama dua hari, sejak 21 Agustus 2025, dengan jumlah penerima sekitar 500 siswa dari total 519 murid.
“Kami akan lebih berhati-hati ke depan dan berkoordinasi dengan semua pihak. Karena ini program pemerintah, tentu akan ada evaluasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
Sebagai informasi, program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah dan kelompok rentan. Program ini menjadi bagian dari strategi nasional menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus mendorong ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani dan nelayan.

Berita Lainnya
Berikut Daftar Jemaah Haji Asal Riau yang Wafat
UAS Klarifikasi: Gubernur Riau Tidak Ditangkap, Hanya Dimintai Keterangan oleh KPK
Pedagang di Tembilahan Jadi Korban Penipuan Uang Palsu
Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah Semi Permanen di Tembilahan
Seorang Warga Tembilahan Hulu Meninggal Dunia Jatuh dari Jembatan
HET Rp15 Ribu, Tapi Minyakita Dijual Sampai Rp23 Ribu di Pekanbaru
Sijago Merah Lahap Tiga Rumah dan Satu Warga Tewas Terbakar
Kronologi Tewasnya Seorang Pekerja Penebang Kayu Liar Diterkam Harimau di Riau
Ketua KWIP Lampung Tengah Copot Poster Bacaleg PKB Tanpa Izin
Tolak RUU HIP, Tokoh Masyarakat Riau Gelar Demo di DPRD Riau
Lakalantas Mobil Fortuner vs PCX Di Simpang Empat Seminai Inhu, Warga Inhil Meninggal Dunia
Securiti Dianiaya, Kantor PWI Riau Diserang OTK