DR Tuti Khairani: Korupsi dan Nepotisme di Bengkalis Sudah Merugikan Rakyat
BUALBUAL.com - Rendahnya pengetahuan publik terhadap sosok pemimpin yang akan dipilih, menyadi penyebab para kepala daerah yang terpilih tersandung kasus hukum seperti korupsi. Mental korupsi yang dibingkai kepentingan nepotisme seperti dipertontonkan kepala daerah di Negeri Junjunhan selama ini misalnya benar-benar sudah sangat merugikan daerah dan rakyat.
"Saya tidak perlu menunjuk siapa orangnya. Silakan lihat sendiri," ujar DR.Tuti Khairani, M.Si, Staf Pengajar di Fakultas Sosil dan Ilmu Politik - Universitas Riau (Fisip- UR).
Menurutnya, hal itu disebabkan selain rendahnya pemahaman publik di kawasan sub-regional Bengkalis tentang nasionalisme, mata rantai mental korup dan nepotisme yang seharusnya diputus.
"Kalau tidak, mereka akan terus merajalela dengan perilaku nepotisme, kolusi dan korupsi, yang sudah dinilai lazim. Ini berbahaya sekali," tegasnya menjawab pers Sabtu (8/8) di Pekanbaru.
Nepotisme, katanya sering bermuara pada tindakan korupsi. "Lingkaran nepotisme itu sengaja dibentuk untuk memperkukuh eksistensi mereka," kata Tuti.
Pakar Kebijakan Publik itu, berharap institusi pers independen menaruh perhatian khusus pada prospek kepemimpinan di Bengkalis.
"Pers independen masih bisa berbuat banyak, jika mau. Kewenangan Pers dalam berburu dan menyajikan imformasi kebenaran kepada masyarakat seputar Suksesi Bengkalis akan sangat signipikan," katanya.
"Itu artinya, rakyat Bengkalis yang sudah dua periode belakangan, kecolongan memilih pemimpin bermantal korup, tidak terulang lagi," katanya.
Sebagai mana diketahui, dua priode bupati di Kabupaten Bengkalis seperti mantan bupati Herliyan Saleh dan Bupati Non Aktif Amril Mukminin suami dari Balon Bupati Bengkalis Kasmarni yang berpasangan dengan Bagus Santoso tersandung kasus hukum. Herliyan Saleh sudah mendekam di tahanan.Sementara Amril Mukminin sudah menjadi terdakwa yang kasusnya sedang dalam persidangan di pengadilan Tipikor Pekanbaru. (*)

Berita Lainnya
Berpotensi Dikomersil, Abdul Wahil Minta Klaster Pendidikan Tidak Masuk RUU Ciptaker
Muslim Arbi: Tidak Akan Tertipu Capres Modal Pencitraan, Rakyat Lebih Antusias Kalau Pilpres 2024 Ada 4 Paslon
DPC PDIP Inhil Gelar Donor Darah, Samino Harapkan Ini Menambahkan Kesadaran Sosial Bagi Kader
PKB dan PAN Diprediksi Berkoalisi plus Partai Lain, Hafith Syukri vs Sukiman Bakal Bersaing
Gelar Rakor Bersama Pengurus DPC dan PAC se-Inhil, Asmadi: Pilkada 2024 Kita Siap Dukung Kader Sendiri
Warga Alor Persembahkan Tarian Cakalele dan Selendang Merah untuk Soerya Respationo
Anies Beberkan soal Uang Rp 50 M Pilkada 2017 Bukan dari Sandi dan Bukan Utang Bila Menang
Terapkan Protokol Kesehatan Covid 19, Effendi Sianipar Ajak Masyarakat Terapkan 4 Pilar Kebangsaan
Hadiri Panggilan, Kasmarni Lolos Administrasi Dari Partai Demokrat
Nasdem Rekomendasikan Alfedri dan Husni Merza untuk Pilkada Siak
Peringati HDI, TPN Ganjar-Mahfud Jawab Tantangan dan Permasalahan Penyandang Disabilitas
Pemilu 2019 KPID Riau: Partai Politik Boleh Pasang Iklan Kampanye di Lembaga Penyiaran