SMKN 3 Tanjungpinang Jadi Tempat Karantina Terpadu
BUALBUAL.com - Wakil ketua harian Satgas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Tjetjep Yudiana mengucapkan apresiasi sekaligus memohon dukungan masyarakat atas rencana Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang menjadikan SMK Negeri 3 Tanjungpinang sebagai tempat karantina terpadu bagi suspek positif Covid-19.
"Situasi ini tanpa dukungan masyarakat apapun yang dilakukan pemerintah itu akan sia-sia," ujar Tjetjep saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu di Kampung Bulang, Tanjungpinang, Minggu (4/7).
Di hadapan warga Kampung Bulang, Tjetjep menjelaskan jika masyarakat tidak perlu takut dengan digunakannya SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu akan membahayakan penduduk sekitar. Karena Pemerintah Provinsi Kepri melalui BPBD Kepri telah mengantisipasi dan merencanakan dengan matang aspek penanganan para suspek positif Covid-19.
"Kita jaga betul-betul area karantina tersebut supaya steril dari masyarakat umum dan anak-anak, bapak ibu tidak perlu khawatir karena tempatnya kita jaga 24 jam," tegas Tjetjep.
Lebih lanjut Tjetjep menegaskan justru karantina terpadu lebih aman dibandingkan dengan karantina mandiri di rumah. Sebab banyak ditemukan suspek positif yang karantina mandiri di rumah masih keluar berpergian keluar rumah tanpa memikirkan bahaya dirinya menularkan virus Covid-19 kepada orang lain.
"Orang-orang yang karantina mandiri itu yang membuat penyebaran Covid-19 makin tinggi, karena tidak ada yang mengawasi mereka, tidak ada yang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, jadi mereka bisa keluar rumah," ujarnya.
Pada kesempatan itu Ketua Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang, Riono, mengatakan jika tempat karantina untuk warga Tanjungpinang di Lohas Resort sudah penuh. Padahal menurutnya kapasitas tempat tidur di Lohas sudah ditingkatkan dari 140 tempat tidur ke 182 tempat tidur.
Karena itu kemudian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai pemegang wewenang untuk sekolah tingkat atas di Kepri menyediakan SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu cadangan.
"Dipilihnya SMKN 3 karena dari sarana dan prasarana sudah memadai, jadi ini hanya sebagai cadangan apabila Lohas memang sudah penuh, semoga kita tidak perlu memakai sekolah ini," ujar Riono.
Riono pun menekankan kepada masyarakat jika yang ditempatkan di SMKN 3 bukanlah orang yang sakit, tetapi hanya mereka yang berbadan sehat namun teridentifikasi positif Covid-19 atau sering disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).
"Jadi bukan yang bergejala berat nanti yang disana, yang tidak bergejala saja supaya mudah kita kontrol," demikian jelas Riono.
Sebagai informasi sampai dengan Sabtu (3/7) kasus aktif positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang mencapai 1.104 orang dengan orang yang dikarantina mandiri sebanyak 830 orang. Untuk karantina terpadu SMKN 3 Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang menyiapkan 80 tempat tidur.

Berita Lainnya
Ketua PW IWO Riau Apresiasi Kinerja Kominfo Inhil yang Profesional Dalam Kemitraan
Pembangunan Jembatan Wisata Buluh Cina, Gubri: Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat
Pemcam Mandau Gelar Resepsi Kenegaraan Dan Malam Syukuran, Suksesnya Serangkaian Kegiatan Dirgahayu Kemerdekaan ke 77
Kadiskes: Angka Kesembuhan PDP Covid 19 Riau Capai 81,7 Persen
Sekdaprov Adi Himbau Penjabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Berikan Evidence Kinerja
Upaya Gubernur Ansar Mengubah Masyarakat Lebih Melek Teknologi
Dampak Covid-19, Pemerintah kabupaten Indragiri hulu Batalkan 11 Kegiatan
Tegas! BEM se-Riau Dukung Relokasi dari TNTN, Tapi Ini Syarat yang Mereka Ajukan
Wabup Lampura Hadiri Pemberian Vaksinasi PMK pada 200 Hewan Ternak Sapi
Desa Buluh Apo Dikunjungi Hj. Herawati Syahrial
MBG Bikin Pemprov Riau Hemat Rp45 Miliar, Nasib Kantin Sekolah Akhirnya Terjawab!
Gubernur Ansar Terima Audiensi Ketua Permabudhi Kepri