Akibat Format Kompetisi Liga 2 Indonesia Belum Jelas, PSPS Riau Kebingungan Cari Sponsor
BUALBUAL.com - PSPS Riau saat ini tengah berburu sponsor untuk bisa membantu keuangan mereka dalam mengarungi Liga 2 Indonesia musim 2021/2022.
Dengan belum jelasnya format kompetisi Liga 2 musim ini, menjadi salah satu kendala bagi PSPS Riau untuk mencari serta meyakinkan sponsor.
"Apa yang mau kita jual? Feedback bagi mereka (sponsor) apa? Masih sulit juga sekarang ini," cakap General Manager PSPS Riau, Edward Riansyah, Kamis (2/9/2021).
Lanjut pria yang akrab disapa Edu ini, dia membeberkan bahwa saat ini PSPS tengah menjalani komunikasi yang intensif dengan 7 perusahaan.
"Baru tahap komunikasi dan audiensi, kami (PSPS) juga mesih menunggu tindak lanjut dari mereka," jelasnya.
Namun dengan kedatangan pemilik baru yaitu Norizam Tukiman, membuat nafas PSPS Riau di musim ini menjadi panjang. Seluruh kebutuhkan PSPS Riau dari gaji pemain, tim pelatih, dan staff dapat terpenuhi.
"Alhamdulillah, apalagi kita ada sponsor milik presiden klub (Norizam Tukiman) dari Malaysia," demikian katanya.

Berita Lainnya
Dalih Ritual Pengobatan, Guru Spiritual di Bengkalis Diduga Cabuli Istri Pasien
Jelang PON Aceh - Sumut, Dua Atlet Tenis Meja Dari Inhu Jalani TC di Malaysia
Jelang Kompetisi Liga 2, PSPS Riau Gelar Uji Coba di Jogjakarta dan Cilacap
Bintan Muda FC Juarai Piala Gubernur, Piala Diserahkan Langsung oleh Gubernur Ansar
EBR Kampar Junior U-10 Siap Harumkan Nama Kampar di Kancah Sepak Bola Nasional
Belanda Amankan Tiket Perempat Final, Usai Taklukan Amerika Skor 3-1
Tiket Final Bupati Cup Inhil Dinilai Tak Ramah Kantong! Warga: Terlalu Mahal di Tengah Harga Kelapa Anjlok
Brasil Lolos Dramatis! Martinelli Jadi Pahlawan, Jepang Tersungkur di Menit Akhir
Demi Marwah Olahraga Inhil di Mata Daerah, 'Incumbent' Syamsurizal Awi Maju Kembali Caketum KONI
POBSI Karawang Berikan Bonus kepada 8 Atlit Biliar yang Lolos ke Porda XIV Jabar
Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia Bungkam Brunei Darussalam 6-0
Sponsorship Jalur Bintang Emas Cahaya Intan Hardianto Manik Dampingi Keberangkatan Gibran