Posyantek Teluk Bakau Hantar Pemprov Kepri Raih Penghargaan Nasional
BUALBUAL.com - Provinsi kepulauan Riau berhasil meraih gelar juara 3 Posyantek berprestasi pada penghargaan Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXII tahun 2021 yang dihelat Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Senin 20 September 2021 pagi bertempat di Gedung Makarti Jl. TMP. Kalibata No.17 Jakarta Selatan
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar mengatakan, pihaknya untuk menggelar TTG Nasional secara daring dikarenakan masih dalam kondisi pandemi Covid-19. "Dengan acara ini kita harap yang pertama itu ada inovasi, yang kedua itu sosialisasi yang penting karena tanpa sosialisasi maka kurang makna jika gelar Teknologi Tepat Guna ini atau inovasi yang dilakukan para inovator, dan creator tidak bisa disosialisasikan dan dimanfaatkan masyarakat banyak. Yang terpenting semua inovasi teknologi adalah kemanfaatan dan sosialisasi," ujarnya.
Nama Provinsi Kepri di dunia Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional, sudah tak asing lagi. Kali ini Posyantek Bina Desa Sejahtera, Desa Teluk Bakau dari Kabupaten Bintan, berhasil meraih juara 3 pada gelaran Teknologi Tepat Guna Nasional XXII.
“Alhamdulillah dari tiga kategori yang kita kirim ke tingkat nasional, dua masuk 10 besar. Dan Posyantek Bina Desa Sejahtera dari Teluk Bakau berhasil meraih juara tiga,” ujar Drs. Sardison, M.TP, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dukcapil Provinsi Kepri, Senin (20/9).
Juara 1 diraih oleh Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) dari Jawa Barat. Sedangkan juara 2 diraih oleh Posyantek dari Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Desa PDTT, Dr. (Hc) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd di Jakarta.
Posyantek Bina Desa Sejahtera ini dipandang sukses merangkul beberapa pihak, hingga akhirnya menghasilkan produk ulat maggot. Yaitu pakan alternatif yang tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan, juga pakan ternak serta pupuk organik untuk pertanian.
“Untuk bahan bakunya kami bekerjasama dengan pihak hotel. Mereka membantu kami memisahkan sampah organik yang selanjutnya kami produksi menjadi ulat maggot ini. Ulatnya itu berasal dari larva lalat tertentu. Jadi lalatnya tidak boleh terkontaminasi dengan sampah lain,” ujar Rahmat Hidayat, Ketua Posyantek Bina Desa Sejahtera, Teluk Bakau melalui sambungan telpon.
Namun sayangnya, selama pandemi Covid-19 ini bahan baku dari hotel berkurang. Sehingga Posyantek beralih ke bahan baku dari kotoran ayam. Mereka mendapapat bantuan 1500 ekor ayam berserta pakannya, yang dikelola oleh kelompok-kelompok.
Ulat maggot ini cukup menjanjikan. Dimana dari 1 kilogram sampah organik, dapat menghasilkan setengah kilogram ulat maggot. Per kilogram ulat, dijual seharga Rp 10 ribu kepada para pelaku usaha ternak. Mulai dari ternak ikan air tawar, hingga untuk pakan burung.
“Kami bekerjasama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dalam hal pemasaran. BUMDes sudah menghasilkan Rp 10 juta dari ulat maggot ini. Tapi sementara terhenti karena kurangnya bahan baku dari resort yang ada di Teluk Bakau,” jelas Rahmat.
Diharapkan kedepan, Posyantek Bina Desa Sejahtera ini dapat berkembang pesat. Apalagi ulat maggot ini banyak dicari, karena tingginya protein sebagai pakan ternak.
Karena keberhasilan Posyantek meraih juara 3 pada Gelar TTG Nasional XXII, Pemerintah Provinsi Kepri akan memberikan penghargaan atas prestasi dan sumbangsih mereka bagi daerah.
“Penghargaan yang kita terima ini juga sebagai hadiah untuk hari jadi Provinsi Kepri. Insha Allah pada Upacara Peringatan Hari Jadi ke-19 Provinsi Kepri, Gubernur akan memberikan penghargaan kepada Posyantek dari Teluk Bakau ini,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Wakil Bupati Pelalawan Pimpin Penandatanganan Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi
Plt Bupati Bintan Lepas Kontingen Kwarcab Bintan pada Jambore Nasional di Cibubur
Tahun 2023, Inilah Empat Objek Pajak Jadi Andalan di Kota Pekanbaru
Pengurus Pusat Pecat Kavilah Somarito, PW IWO Riau Periode 2019-2024 Resmi Dibekukan
3 Daerah Dilakukan Penyesuaian, UMK 12 Kabupaten/Kota se-Riau Ditetapkan Pekan Ini
Zainal Arifin: Ada 238 Puskesmas di Riau, Izinkan Dipecah Berdasarkan Luas Wilayah
Bupati Bengkalis Kasmarni Lantik Delapan Orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Presiden RI Joko Widodo Tiba di Kota Batam
Sebanyak 15 Warga Binaan Lapas Tembilahan Terima Remisi Nataru
Jalan di Inhu Jadi Bahasan Utama Bupati Bersama Pihak Perusahaan
Pengadaan Tanah Jembatan Babin Sisi Pulau Bintan Selesai 100 Persen
PDP Covid-19 Meninggal Dunia di Bengkalis Hasil Rapid Test Negatif "Ersan Semoga Hasil Swab Juga Negatif"