Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Jaga Kampung, Jaga Ketahanan Pangan
Gubri Bersama Isteri Hj Misnarni Gelar Penanaman Padi Bibit Unggul di Desa Bina Maju Meranti
BUALBUAL.com - Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si, bersama isteri Hj Misnarni, melakukan penanaman padi bibit unggul di Desa Bina Maju, Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (09/10/2021) pagi.
Pada helat tanam padi perdana, dengan tema "Jaga Kampung, Ketahanan Pangan, padi untuk Rakyat", juga dihadiri Wakil Bupati Meranti AKBP (Pur) Asmar, Wakil Ketua DPRD Meranti, Iskandar, sejumlah anggota DPRD Meranti, Kepala BPBD Riau, Edi Afrizal, tokoh masyarakat Riau asal Meranti, Wan Abu Bakar.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Pur) Asmar, dalam sambutannya mengatakan, dengan kehadiran gubernur Riau ini, tentunya menjadi spirit bagi petani di Meranti. Sehingga, dapat meningkatkan hasil pertanian padi dan lahan pertanian padi.
"Hambatan petani pada saat ini hanya karena infrastruktur yang belum mendukung. Sehingga panen padi gagal akibat air asin [air laut, red] masuk ke ladang petani. Tidak hanya gagal panen padi, luas lahan pertanian padi juga terjadi pengurangan karena tanggul jebol dan air asin masuk ke ladang petani," ucap Asmar.
Di Meranti, sambung Asmar, sebelumnya luas pertanian padi seluas 4,8 haktar. Namun terus menurun, dan hasil pertanian padi di Meranti dari luas perkebunanan ini belum bisa memenuhi kebutuhan beras di Meranti sebanyak 26,22 ton.
Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar dalam sambutannya mengatakan, bahwa hasil pertanian dan perkebunan di Riau secara keseluruhan baik, bahkan ekspor pertanian maupun perkebunan di Riau, dalam 10 tahun belakangan ini untuk tahun 2021, ekspor Riau paling tertinggi. Ekspor Riau nomor dua secara nasional setelah Jawa Timur.
"Patut kami mengucapkan terima kasih banyak kepada petani karena telah berkerja keras sehingga ekspor pertanian dan perkebunan di Riau meninggkat," ucap Syamsuar.
Melihat kondisi geografis dan kendala petani padi di Meranti ini, Gubri Syamsuar menawarkan solusi yakni, perlu dilakukan normanilasi sungai agar airnya lancar.
"Irigasi dan normalisasi sungai akan kita lakukan untuk petani padi di Meranti, sebab hal ini sangat mempengaruhi kualitas dan mutu hasil yang ditanam," ungkap Syamsuar.
Tanam padi perdana di Kabupaten Kepulauan Meranti, berasal dari bantuan APBN dan APBD Riau tahun 2021. Kemudian, bantuan dari APBN sebanyak 364 hektar padi rawa, 75 hektar padi khusus, 40 hektar jagung hybrida, 20 hektar penangkaran padi, 1 unit UV dryer, dan 1 unit combine harvester kecil.
Sedangkan dari APBD Provinsi Riau, padi ekstensintifikasi/IP seluas 500 hektat, penangkar padi seluas 30 ha, power threser sebanyak 5 unit.

Berita Lainnya
Hadapi Fase New Normal, Dandim 0314 dan Kapolres Inhil Sosialisasikan Protokol Kesehatan
Sekda Abdul Haris Apresiasi MPC Pemuda Pancasila Rohul Dukung Program Vaksinasi
Barita Simanjuntak Respon Jaksa Agung Bukan Pengurus Parpol
Kurangi Seremonial, Plt Gubri Tiadakan Open House, Fokus Silaturahmi Sederhana
Ketua TP-PKK Kepri Bersama 250 Pegoes Ikuti Funbike ICMI
Pemkab Minta Kadin Sebagai Mitra Pembinaan dan Pemberdayaan UMKM di Rohul
Siak Terima Dana Insentif Fiskal, Berhasil Kendalikan Angka Inflasi di Bawah Provinsi dan Nasional
Bupati Way Kanan Serahkan 16 Unit Mobil Dinas Dokter
Banyak Masyarakat Terjerat Pinjol, Simak Pesan Tegas OJK
Gubri Syamsuar Hadiri Pencanangan Zona Ekonomi Syariah di Desa Rimba Makmur
Wacana Pembentukan Kabupaten Baru, Komisi I DPRD Riau: Jangan Sekadar Euforia
Kadis Parekraf Provinsi Lampung Berkunjung ke Rumah Budaya Lamban Gedung Kuning