Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Pj Sekdaprov Kepri: Membangun Daerah Harus Selalu Dengan Kehati-hatian
BUALBUAL.com - Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Ir. Lamidi memimpin Rapat Pembahasan Rencana Pelaksanaan Penataan Pulau Penyengat bersama Tim Direktorat Wilayah II Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PUPR di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (7/12) malam.
Hadir dalam rapat Asisten II Syamsul Bahrum, Kadis Perkim Yusrizal Mahyudin, Kadis PUPR Abu Bakar, Kadis Pariwisata Buralimar, Kadis Perindag Burhanuddin, Kadis ESDM Hendri Kurniadi, Kabiro Pemerintahan M. Darwin, Lurah Penyengat Al Imron dan Konsultan Perencanaan CV. Almatra Buana Suprianto.
Dalam sambutannya, Kasubdit Wilayah I Airyn Saputri Harahap mengatakan untuk melakukan finalisasi terhadap perencanaan dari kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh kawasan Pulau Penyengat.
"Sesuai dengan arahan Pak Menteri kita setelah menindak lanjuti kunjungan Gubernur Kepri, terdapat dua kegiatan yang diusulkan untuk penanganan cagar budaya dengan kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh," katanya.
Yang sebelumnya, Kasubdit Wilayah I Airyn yang didamping Pj. Sekdaprov melakukan pengecekan dan peninjauan ke lapangan Pulau Penyengat. Dirinya menjelaskan agar ini bisa langsung membahas permasalahan dilapangan guna mencapai penyelesaian yang cepat.
"Kita membahas konsepnya terlebih dulu seperti apa arahan dari Bapak Gubernur, lalu menyandingkan usulan yang disampaikan oleh Konsultan Perencanaan," jelasnya.
Kasubdit Wilayah I Airyn melanjutkan, pada intinya dengan dibawah program kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh, dengan perencanaan lalu di overlay dengan usulan kegiatan.
"Kami sangat menggaris bawahi destinasi yang klear antara overlay dengan cagar budaya kita. Sehingga selesai dan tidak tumpang tindih kegiatan yang dilaksanakan dengan lokasi yang ditetapkan sebagai cagar budaya," lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BPPW Kepri Albert Reinaldo mengintruksikan terkait dengan box utility agar dihilangkan sehingga menjadi ada nilai untuk kegiatan yang baru.
"Saya melihat penanganan sampah dan penanganan limbah itu belum ada di DED, jadi kita fokus saja menambah kegiatan jalannya baik volume atau kegiatan lain untuk memperindahkqn lagi," sarannya.
Dalam kesempatan itu juga, Lurah Penyengat Al Imron menambah kegiatan tersebut dimotori oleh Kementerian Kebudayaan dan Ristek dalam hal ini BPCB Sumbar terkait zonasi kawasan cagar budaya Pulau Penyengat.
"Peta yang dipaparkan adalah peta yang disosialisasi kepada masyarakat oleh Kemenbudristek RI. Dan memang terkait legalitas setiap kegiatan di Pulau Penyengat harus mendapat rekomendasi BPCB Batu Sangkar karena dibawah pengawasannya," terangnya.
Bersamaan itu, Pj. Sekdaprov meminta untuk dibuatkan draf pernyataan Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Kepri dan ditandatangi bersama bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan tidak termasuk dalam zona merah atau daerah yang sudah ditentukan sebagai cagar budaya.
"Kan kita sudah tahu yang dilihat dipeta, tidak melintas zona merah atau inti. Jadi saya minta kepada Pak Lurah dan teman-teman nanti terkait dengan kegiatan ini untuk membuat pernyataan dari ahli Cagar Budaya kita dulu," pinta Sekda Lamidi.
Pj. Sekdaprov menambahkan karena kawasan Pulau Penyengat dan sudah rapat beberapa kali, agar keinginan bersama ini diambil berat dan menjadi dalam pelaksanaannya matang.
"Dan kita ini untuk membangun daerah sangat berhati-hati, karena kawasan nya adalah cagar budaya," tambah Sekda Lamidi.
Pj. Sekdaprov juga menyampaikan terkait dengan pemadam kebakaran dan permasalahan lainnya, agar dibicarakan dan diperdalam dilapangan besok hari biar berdampak langsung.
"Jadi untuk mendapatkan langsung finalisasinya, besok kita bersama-sama pada pukul 08.00 WIB pengecekan kembali dan dibawa sekali dokumen-dokumen perjanjiannya agar nanti kalau perbaikan langsung kita perbaiki," kata Sekda Lamidi.
Terakhir, Sekda Lamidi mengatakan tidak akan memperpanjang diskusi tersebut, karena dilapangan lebih fokus untuk mencari penyelesaian yang lebih bagus.
"Penataan kawasan ini harus tuntas jangan ada lagi yang ketinggalan serta situsnya juga bisa kita bikin menarik lagi untuk peningkatan perekonomian masyarakat," tutupnya.

Berita Lainnya
Bupati HM Wardan Sambut Kunjungan BNNP Riau, BNNK Inhil Akan Dibentuk
Modernisasi Layanan, Bengkalis Resmi Terapkan E-Ticketing di Pelabuhan Roro
Buka Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Calon Pemilih Pemula, Bupati Inhil Berharap Tingkat Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024 Dapat Meningkat
Vaksinasi Tahap Pertama di Kabupaten Bekasi Sebagian Tertunda, Ada apa?
Gawat! Riau Tambah 27 Kasus Positif Covid-19 Hari Ini, Total Hampir 200 Kasus
Adakan Pelantikan, PJMI Kepri direncanakan Akan Undang Ketua KPK
Misi Hijau di Negeri Bakau: Gubri Abdul Wahid Luncurkan Pesantren Ekologi di Desa Belaras Barat
Upacara Detik-detik Proklamasi di Bengkalis berlangsung khidmat, Bupati Kasmarni Kenakan Pakaian Adat Minang
DPD KNPI Kabupaten Bengkalis Afresiasi Pembentukan UPTD BLK
Bupati Inhu Ajak Masyarakat Desa Kembangkan Produk Lokal
Ribuan Warga Mandau, Ikuti Sholat Idhul Adha di Terminal Bestari Duri
Bersama masyarakat, TNI dan Apdes Lakukan Pra TMMD Imbangan Pembuatan Jalan di Desa Teluk Kiambang