Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Awalnya Pindah-pindah Tempat, Kini Petani Madu di Tualang Riau Bisa Hasilnya Hingga 1 Ton Sekali Panen
PERAWANG | BUALBUAL.com - Bisnis madu kini menjadi tren dan terbukti memberikan imbal hasil menjanjikan. Peluang inilah yang ditangkap oleh Sembiring, seorang peternak madu di Perawang, Siak, Riau. Lebah madu yang dibudidayakan Sembiring, yakni lebah jenis Apis Millefera yang bergantung dengan bunga akasia sebagai nektar.
Awalnya, Sembiring melakukan budidaya madu ini dengan menyewa sebuah lahan di kawasan hutan akasia milik perusahaan yang berafiliasi dengan Sinarmas Group. Namun, saat pohon akasia dipanen, dia terpaksa harus berpindah ke tempat lain.
Sembiring kemudian bertemu dengan Maal Abrar, seorang dosen yang bisa menghubungkannya dengan perusahaan. Kebetulan, di tahun 2021 lalu, perusahan tengah memikirkan program pembibitan kebun akasia mereka.
“Perusahaan membutuhkan media penyerbukan yang efektif. Kalau hanya mengandalkan angin dan burung, produksi pembibitan mereka sangat lambat berkembang. Karena Pak Sembiring sebelumnya minta difasilitasi, akhirnya saya ajak mereka duduk bersama,” terangnya.
Pihak perusahaan dan peternak lebah madu ini akhirnya mencapai kata sepakat. Sembiring dan karyawannya dapat tempat untuk beternak lebah madu di kawasan area pembibitan perusahaan. Kolaborasi ini ternyata sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.
“Sudah pasti lebih senang bermitra. Pihak perusahaan membutuhkan penyerbukan, sedangkan kita sebagai petani butuh bunga akasia untuk makanan lebah madu yang kita ternak,” terang Sembiring.
Sejak mendapat tempat di area ini, dia tak lagi perlu memikirkan biaya sewa tempat. Secara garis besar, kata Sembiring, ekonominya dan para karyawannya cukup terbantu dengan pola kerjasama seperti ini.
Dalam sekali panen madu lebah yang bisa dihasilkan sekitar 700 hingga 1 ton. Per kilonya, dijual Rp45.000. Selain untuk memenuhi kebutuhan madu lokal, madu yang dikeluarkan dari peternakan Sembiring juga sudah dipasarkan ke Jambi. “Paling jauh, kita pernah kirim ke Manado,” tuturnya.

Berita Lainnya
Program Ketahanan Pangan Nasional, PT SRR bersama Polres Inhu Manfaat Lahan kosong
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Alami Penurunan, Ini Daftarnya
Dirut PHR Chalid Said Salim Raih Penghargaan Pimpinan Perusahaan Hulu Migas Terbaik
Mantap! Produk Gula Kelapa Asal Inhil Tembus Pasar Internasional
Harga TBS Kelapa Sawit di Riau Naik Jadi Rp1.571,37 per Kg
Bankeu Disalurkan ke Kabupaten/Kota Riau, Asisten I: Data Penerima Sesuai Usulan
Pemerintah Inhu Saluran Bantuan Bibit ikan 1000 ekor pada Kelompok Tani KWT
BPS: Oktober, Jengkol dan Petai Ikut Sumbang Inflasi Kota Tembilahan
Terbukti Ramah Lingkungan, PLTU Tembilahan Beralih Ke 100 Persen Biomass Cangkang Sawit
Iwapi Riau Bagikan Sembako untuk Masyarakat Kurang Mampu
UMKM Tapai Nenek Zulaikha Resep Warisan Nenek Buyut, dengan Rasa Khas Indragiri Hilir
Kadis DPMPTSP Inhil Rakor Optimalisasi Pendapatan Daerah & Percepatan / Perluasan Layanan Pajak Daerah SIPON Terintegrasi Tahun 2023