Akibat Mesin Mati Mendadak, Kapal Bermuatan Pasir Tenggelam di Perairan Kuala Mandah, Inhil
BUALBUAL.com - Kapal KM Maulana I berlayar dari Pekan Tua menuju Sei Guntung kecamatan Kateman tenggelam di Perairan Kuala Mandah kabupaten Inhil, Senin sekitar pukul 15.30 WIB.
"Kapal bermuatan pasir ini mulanya berlayar dari Pekan Tua menuju Sei Guntung Kecamatan Kateman. Di Perairan Kuala Mandah, mesin kapal tiba-tiba mati mendadak sehingga air laut masuk lewat dinding kapal," kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat melalui Kapolsek Mandah AKP Ronny Reduansyah, saat dikonfirmasi.
Nahkoda dan ABK masuk ke kamar mesin untuk membuang air secara manual dengan ember.
"Namun dalam waktu singkat air semakin banyak, sehingga mereka keluar dari kamar mesin untuk menyelamatkan diri," paparnya.
10 menit menit kemudian kapal tenggelam, nahkoda dan ABK bertahan di atas atap kapal. Mereka mengampung di laut selama 20 menit.
"Mereka diselamatkan oleh sebuah Speedboat SB Kendedes 02. Semuanya sudah dibawa ke Pelabuhan Sembuang Mandah. Tidak ada korban jiwa," pungkasnya.
"Empat orang penumpang (nahkoda dan ABK), Raja Marsakhah, Samsuri, Toliardi, dan Alek selamat dari peristiwa itu," ujar Kapolres.

Berita Lainnya
Legislator Ida Yulita Susanti : Itu Hak Mereka Negara Kita Negara Hukum, Terkait Dilaporkan Balik Warga ke Polda Riau
Berikut 5 Peristiwa Besar Yang Pernah Terjadi di Indonesia Pada Tanggal 1 Januari
Berikut Ini Kronologis Terjadinya Kecelakaan Beruntun di Jalan Lintas Pekanbaru-Kuansing
Polda Lampung Selidiki Kecelakaan Kerja di Bangunan Apartemen Maybay
Massa Bakar Pos dan Rumah Karyawan PT SSL di Siak, Dipicu Konflik Lahan
Terkait Pungutan di SMKN 1 Kotabumi, Ini Kata Ombudsman RI Perwakilan Lampung
Semakin Terang Pembuktian Kades Seberida Korban Diskriminalisasi
6 Petugas Patroli BC Tak Hadir Panggilan Polda Riau Terkait Penembakan Haji Permata
3 Kasus Pelanggaran Prokes Rizieq Shihab Diambilalih Kabareskrim Polri
Dimediasi Badan Pengawas, Pengurus Kopsatimja dan Forum Tibat Capai Kesepakatan
DPD Topan-RI Rohil Mengutuk Keras Tindakan PT Sindora Seraya, Diduga Serobot Lahan Masyarakat Batu Hampar
Diduga Perkim Biarkan Oknum Pedagang Taman Gurindam Komersilkan Fasilitas Umum