Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Siak Terima Dana Insentif Fiskal, Berhasil Kendalikan Angka Inflasi di Bawah Provinsi dan Nasional
BUALBUAL.com - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Siak berhasil mengendalikan dan menekan angka inflasi di wilayah setempat. Saat ini angka inflasi di daerah tersebut, berada di angka 1,78 persen, lebih rendah dari Provinsi dan Nasional.
Atas kinerja baik tersebut, Pemkab Siak mendapat dana insentif fiskal kinerja tahun berjalan. Dengan kategori kinerja dalam rangka pengendalian inflasi daerah periode pertama tahun 2024.
Penghargaan tersebut, langsung diserahkan Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Tomsi Tohir kepada Bupati Siak Alfedri. Acara itu digelar di Auditorium Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Jakarta, Senin (5/8/2024).
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima secara langsung dana alokasi insentif fiskal tahun 2024, sebesar Rp6,7 miliar dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, insentif fiskal ini, sebagai bentuk apresiasi karena berhasil mengendalikan inflasi di daerah,” kata Bupati Alfedri.
Alfedri menambahkan, dari 38 Provinsi, 416 Kabupaten, 98 Kota se-Indonesia, Kabupaten Siak berhasil masuk kedalam 36 Kabupaten / Kota yang dinilai mampu mengendalikan Inflasi di Daerah Periode Pertama tahun 2024.
"Pada bulan Juli tahun 2024 ini, angka inflasi di Kabupaten Siak 1.78 persen, lebih rendah dari Provinsi dan Nasional. Kami juga mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif serta berkontribusi pada pengendalian inflasi di Kabupaten Siak, sehingga sampai saat ini, inflasi di Kabupaten Siak bisa terkendali dengan baik,” sebut nya.
Alfedri menjelaskan, pihaknya terus berupaya mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga barang, dengan menggelar pasar murah, monitoring pasar. Kemudian, melaksanakan gerakan menanam dan pemberian bibit cabai kepada kelompok tani serta memberi subsidi bagi transportasi yang membawa bahan komoditi yang masuk ke Kabupaten Siak.
"Cabai ini merupakan salah satu penyebab inflasi terbesar di Indonesia, akan tetapi dengan adanya gerakan menanam ini, Pemerintah Kabupaten Siak bisa mengendalikan harga cabai di pasaran. Saat ini Pemkab Siak tengah gencar melaksanakan pasar murah, dan sudah dilaksanakan di 36 titik seluruh Kecamatan se-Kabupaten Siak dengan target di tahun 2024 ini sebanyak 60 titik,” sebutnya.

Berita Lainnya
Lengkap! Cara dan Syarat Daftar Seleksi PPPK Tenaga Teknis 2022
Gubernur Kepri Gelar Silahturahmi Bersama Awak Media
Pedagang Kaki Lima Tugu Sirih Sepakat Relokasi Area Berjualan
Kadis Dishub Inhu Berbagi Takjil
Lima Pejabat Pemprov Kepri Diangkat Menjadi Kepala Daerah
Bupati Kasmarni Salurkan Hak Suara di TPS 03 Desa Muara Basung Pinggir
Hadiri Apel Siaga Karhutla, Sekda: Pemkab akan Libatkan Seluruh Stakeholder Cegah Karhutla
Halal Bihalal Insan Pers, Ketua AJOI Tubaba Berikan Cindera Mata kepada Umar Ahmad
Riau Juara Nasional Kampanye Massal Gerakan Bumil Sehat di Medsos
Langkah Awal Kak Esi Nahkodai Fospen Kepri Diapresiasi Pembina Fospen
Dewi Ansar Buka Kegiatan Penggerakan Peningkatan Posyandu Aktif melalui Rebranding Posyandu
Gubernur Ansar Buka Rapat Koordinasi Kediklatan Provinsi Kepri