Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Lapas Pekanbaru dan TNI Razia Kamar Warga Binaan, Temukan Barang Terlarang
BUALBUAL.com - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan aman. Pada Selasa malam (24/6/2025), Lapas Pekanbaru berkolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Arhanud 13/PBY menggelar razia gabungan. Razia mendadak ini menyasar seluruh kamar hunian warga binaan, dengan fokus utama pada pemberantasan narkoba dan penggunaan handphone ilegal.
Kegiatan razia gabungan ini merupakan implementasi nyata dari 13 Program Akselerasi Menteri Hukum dan HAM, khususnya poin pertama yang menekankan pemberantasan narkoba dan penipuan di dalam lapas dan rumah tahanan. Selain itu, langkah ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi tegas Direktur Jenderal Pemasyarakatan melalui Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, yang mengamanatkan seluruh lapas harus bebas dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik pungutan liar (pungli).
Kepala Lapas Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, memimpin langsung operasi gabungan ini. Sebelum tim bergerak ke kamar-kamar hunian, apel gabungan diadakan di Lobby Pojok WBBM, diikuti oleh seluruh petugas lapas dan personel TNI yang terlibat. Apel ini menjadi penanda keseriusan dan koordinasi yang kuat antarinstansi dalam menjalankan tugas.
Dalam kesempatan apel tersebut, Kalapas Erwin Fransiskus Simangunsong juga menyampaikan imbauan penting kepada warga binaan. Ia menekankan kembali kewajiban untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku di dalam lapas. Selain itu, Erwin mengingatkan warga binaan tentang fasilitas komunikasi resmi yang disediakan, seperti Wartel Khusus Lapas (Warteluspas) di setiap blok hunian, sebagai alternatif komunikasi yang legal dan aman.
Setelah apel, petugas dibagi menjadi dua tim untuk melakukan penyisiran dan pemeriksaan secara teliti di setiap kamar hunian warga binaan. Proses pemeriksaan dilakukan dengan cermat dan menyeluruh, demi memastikan tidak ada celah bagi peredaran barang-barang terlarang.
Dari hasil razia, petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang terlarang. Barang-barang tersebut meliputi handphone, charger, kabel ilegal, sendok, gunting, dan berbagai peralatan lainnya yang berpotensi membahayakan keamanan di dalam lapas. Semua barang temuan ini langsung diamankan, didata, dan akan dimusnahkan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
"Lapas Pekanbaru tidak pernah lelah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung proses pembinaan," tegas Kalapas Erwin Fransiskus Simangunsong usai razia.
"Razia ini merupakan wujud komitmen kami untuk menindaklanjuti arahan pimpinan dan menjaga integritas sistem pemasyarakatan. Kami ingin lingkungan lapas benar-benar kondusif untuk pembinaan," tambahnya.
Sinergi antara Lapas Pekanbaru dan TNI ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan internal dan menjaga lingkungan lapas tetap kondusif dan terkendali. Langkah tegas ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan bebas dari segala bentuk praktik ilegal, demi tercapainya tujuan pemasyarakatan yang optimal.

Berita Lainnya
KPAID Inhil: Kasus Sulaiman Cerminan Kepedulian Seluruh Pihak
Bambu Nancap di Perut, Warga Concong Inhil ini Butuh Uluran Tangan
Bhabinkamtibmas Kota Baru Bersama Warga Temukan Anak yang Dilaporkan Hilang
PWI Pusat Cabut KTA Lima Anggota Bengkalis, Alfisnardo Ditunjuk Sebagai Pelaksana Tugas Ketua
Banjir Bandang Libya Akibatkan 34 Ribu Orang Mengungsi dan Renggut 5.300 Nyawa
Terkait Penyimpanan Stok Blanko e-KTP, Ini Penjelasan Disdukcapil Lampura
Warga Tubaba Lapor ke Polda Lampung Terkait Jaminan Sertifikat Diduga Diambil Orang Lain
Opsnal Polsek Tampan Pekanbaru Berhasil Bekuk Pencuri Sepeda Motor di Klinik
Seorang Pemuda di Tembilahan Ditemukan Tewas Gantung Diri
Terkait TSM, KPU Bandarlampung Batalkan Paslon Wali Kota Eva-Deddy
Perselisihan PT BMW dengan Penggarap Lahan Berakhir di Polres Bintan
Simon Petrus Nyatakan Mengundurkan Diri dari Aliansi Wartawan Siber Kepri