Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
UMRI Bahas Tantangan LGBTQ+ dalam Perspektif Islam dan Sosial
BUALBUAL.com - Fakultas Studi Islam (FSI) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menyelenggarakan kajian interaktif bertajuk “Dinamika Sosial dan Tantangan Fenomena LGBTQ+ di Kota Pekanbaru”.
Wakil Rektor III UMRI menyampaikan apresiasi atas inisiatif FSI dalam menghadirkan forum edukatif tersebut. Ia menyebut fenomena LGBTQ+ sebagai tantangan sosial nyata yang perlu direspons oleh lembaga pendidikan.
“Saat ini, kampus dan sekolah menjadi sasaran empuk kelompok LGBTQ+. Oleh karena itu, penguatan nilai diri dan lingkungan sosial harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sikap apatis generasi muda terhadap lingkungan sosial dapat membuka ruang bagi masuknya pengaruh negatif secara luas.
Sementara itu, Dekan FSI UMRI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen fakultas dalam menghadirkan ruang dialog ilmiah sekaligus merespons dinamika sosial keumatan.
“Kami ingin membangun narasi akademik yang bersumber dari nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Mahasiswa perlu memahami isu ini bukan hanya dari aspek tekstual, tetapi juga secara sosial, psikologis, dan spiritual,” kata Dr Santoso.
Kemudian, Ketua PWM Riau, Dr Hendri Sayuti, dalam pemaparannya menyebutkan dua faktor utama penyebab munculnya fenomena LGBTQ+, yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diimbangi nilai, serta adanya penyimpangan moral.
“Dimensi keilmuan kelompok ini sangat dangkal. Mereka hanya berpegang pada justifikasi penyimpangan tanpa dasar pengetahuan yang sahih,” tegasnya.
Senada, Ketua PW NU Riau, KH R Abdul Khalim Mahali, LLB., menekankan bahwa NU dan Muhammadiyah akan terus bersinergi, termasuk dalam menyikapi isu LGBTQ+.
“Kami menolak secara tegas segala bentuk gerakan LGBTQ+ di Kota Pekanbaru. Ini bukan hanya soal moralitas, tapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegasnya.
Dari sisi psikologi, Ketua HIMPSI Riau Yanwar Arief, MPsi., menyoroti adanya promosi LGBTQ+ secara sistematis di media sosial yang berdampak besar, terutama bagi generasi muda.
“Fenomena ini bukan perkara sepele. Pertama, peningkatan kasus HIV/AIDS sangat berkaitan dengan perilaku menyimpang. Kedua, keterbukaan informasi yang tak terfilter di media sosial menjadi pemicu. Ketiga, lemahnya kontrol dalam lingkungan keluarga memperparah situasi,” jelasnya.
Ia juga mengusulkan kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, dan pemerintah dalam menyusun materi dakwah atau khutbah yang relevan sebagai bentuk pencerahan bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, FSI UMRI berharap diskusi serupa dapat terus digalakkan sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga moralitas dan ketahanan sosial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Rektor III UMRI Dr Jufrizal Syahri, MSi, Dekan FSI Dr Santoso, S S, M Si., perwakilan Lembaga Dakwah Komunitas Muhammadiyah Wilayah Riau, Majelis Tabligh Kota Pekanbaru, serta sejumlah narasumber dari lintas organisasi.
Narasumber yang turut mengisi kajian antara lain Yanwar Arief, M Psi, Ketua HIMPSI Riau; Dr H Hendri Sayuti, MA., Ketua PWM Riau; dan KH R Abdul Khalim Mahali, LLB, Ketua PW Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau.

Berita Lainnya
Unilak Jadi Percontohan Kampus Inklusif, Mendiktisaintek Tegaskan Komitmen Negara
Pengabdian Kukerta Balek Kampung UR Bantu Kegiatan Posyandu dan Cek Kesehatan Gratis
Mahasiswa KKN STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Gelar Bimbel Kilat
Belajar Tatap Muka untuk Siswa Kelas 6, 9 dan 12 di Inhil Dimulai Tanggal 15 Februari 2021
Begini Hasil Mediasi Keluarga Sulaiman dan Pihak SMAN I Tembilahan Hulu
Dibuka Wamenaker, Srikandi SMKN 3 Kotabumi Raih juara III Kontes Mekanik Lampung Motor
Guru dan Kades Kompak Dorong Anak Belaras Barat Tetap Sekolah Meski Serba Terbatas
Empat Jurnalis Inhu Resmi Jadi Anggota Muda PWI, Ini Kata Plt Ketua PWI Inhu
Peran Mahasiswa Sangat di Butuhkan, IPMK-Tembilahan Gelar Binaan Masyarakat Nelayan di kec Kamteman
Mahasiswa Keperawatan UNRI Turun ke Masyarakat, Fokus Cegah Demam Berdarah
Yayasan Indra Education College Resmi Terima SK Badan Penyelenggara dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Tangkal LGBT Sasar Siswa, Disdik Pekanbaru Gencar Lakukan Ceramah Agama di Sekolah