Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Gubernur Abdul Wahid Tekankan Pendekatan Humanis Hadapi Aksi Massa
BUALBUAL.com - Gubernur Riau Abdul Wahid bersama unsur Forkopimda siap mendengar aspirasi dan menjaga komunikasi yang terbuka. Hal itu diungkapnya saat rapat koordinasi di Gedung Daerah Balai Serindit, Senin (1/9/2025).
Abdul Wahid menegaskan pentingnya pelayanan publik yang santun dan tidak arogan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Ia juga meminta agar seluruh aparatur sipil dan program-program sosial seperti PKH dikoordinasikan dengan baik agar tidak menjadi pemicu keresahan lokal.
“Yang melayani masyarakat harus bersikap sopan dan tidak arogan, karena arogansi bisa menimbulkan persepsi yang berbeda, walaupun niatnya baik,” ujar gubernur di hadapan peserta rapat.
Terkait unjuk rasa, gubernur menginstruksikan agar pembelajaran daring hanya diterapkan pada sekolah-sekolah yang berada di sekitar titik keramaian, seperti DPRD dan Polda. Ia menolak opsi meliburkan seluruh sekolah karena dinilai justru dapat menambah kecemasan di masyarakat. Pemerintah juga mulai menggelar pasar murah di sejumlah titik sebagai respon atas tekanan ekonomi.

Sejumlah mantan Gubernur Riau turut memberikan pandangan. Anas Makmun menilai, narasi bahwa Riau tetap dalam kondisi aman adalah langkah terbaik untuk meredakan ketegangan. Syamsuar menegaskan agar isu lokal, meski kecil tidak diabaikan karena dapat menjadi sumber konflik yang meluas.
Edy Natar menyebut situasi yang terjadi saat ini harus disikapi dengan serius dan pendekatan yang manusiawi. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah dan aparat tetap tenang dan bijak dalam menghadapi aspirasi masyarakat.
Kapolda Riau dalam rapat tersebut mengusulkan adanya deklarasi keamanan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Ia menilai, perbedaan zaman sekarang dengan 1998 terletak pada kecepatan mobilisasi melalui media sosial.
“Kita butuh komitmen bersama. Semua forum, lembaga adat, dan tokoh masyarakat harus bersatu menjaga ketenteraman,” ujarnya.
Gubernur menghimbau seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh agama seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah, ikut menjaga situasi tetap tenang dan kondusif. “Kita harus turun bersama ke lapangan, meyakinkan masyarakat bahwa suara mereka didengar dan dilindungi,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Tahun Ini Bapenda Riau Pastikan Tidak Ada Pemutihan Eksekusi Pajak
Ada Empat Tenaga Medis di Dumai Positif Covid-19
Pemprov Riau Terima Bantuan 8500 APD dan 4800 Rapid Test dari Tim Gugus Tugas Corona Nasional
Gubri Abdul Wahid Salat Iduladha 1446 H di Masjid Raya Annur
Hari Jadi ke 20 Provinsi Kepri, Desa Kampung Hilir Tampil Sebagai Desa Terbaik
Gubernur Ansar Ingin IPM Kepri Terus Meningkat
Peserta Bakti Sosial Trail Adventure Bhayangkara Jadi Pelopor Tertib Berlalu Lintas, Harapan Bupati Bengkalis
Jenguk Pasien Asal Marok Tua, HMR Lingga Berikan Apresiasi kepada Plt Gubernur Kepri
Luar Biasa Meriahnya, Pj. Kades Pancur Jaya dr. Nelya Sasmita berbaur Dengan Warganya, Saat Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT RI Ke - 79 Tahun 2024
Penampilan Penyair dalam KalaMusika Konser Kata-kata Pukau Pengunjung Idrus Tintin, Gubernur Wahid Ikut Baca Puisi
Jelang Pilkades 2021, Kadis PMD Budi N Pamungkas Ingatkan Camat Jangan Ada Keberpihakan
Pemkab Kampar Tindak Lanjuti Hasil RDP Anggota DPR RI Syahrul Aidi