PT Puspandari Karya
Selalu Mengelak, PT Puspandari Karya Terancam Dipolisikan
Tanjungpinang, - PT Puspanandari Karya diduga melakukan penipuan kepada PT Bening Toya karena belum melunasi kewajibannya meskipun sudah disepakati melalui akta notaris.
Wulan selaku Perwakilan PT Bening Toya mengatakan sudah cukup bersabar menunggu itikad baik PT Puspanandari Karya. Namun, hingga saat ini, yang bersangkutan tidak pernah merespons maupun menunjukkan niat menyelesaikan masalah tersebut.
“Saya sudah berusaha menemui beliau di kantor, tapi selalu tidak berada di tempat. Setiap kali dihubungi pun selalu beralasan dan mengelak. Saya merasa ini sudah terlalu lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh bukti termasuk perjanjian melalui notaris, telah ia simpan dan siap diserahkan kepada pihak berwajib bila kasus ini tidak segera diselesaikan.
“Itu hak saya sebagai perantara, semua bukti lengkap. Kalau tidak ada itikad baik, saya bersama korban lainnya akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sebelumnya, Persoalan pembangunan bangun bagi lahan antara almarhum Agustinus asap, PT Bening Toya, dan PT Puspanandari Karya kembali mencuat. Pasalnya, pihak mediator yang turut mengatur kesepakatan awal menilai salah satu pihak belum memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian yang dibuat melalui notaris,selasa (15/10/2025)
Berdasarkan keterangan yang diterima, awalnya almarhum Agustinus asap menjalin kerja sama dengan PT Bening Toya dengan sistem bagi hasil pembangunan perumahan. Namun, karena pembangunan tak kunjung dimulai, Agustinus asap sempat meminjam dana sebesar Rp32 juta kepada PT Bening Toya.
Belakangan, Agustinus asap kemudian mencari pengembang baru dan bertemu dengan Widya herlambang, selaku pihak dari PT Puspanandari Karya, yang berminat melanjutkan proyek tersebut. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Agustinus asap, Wulan dan nurbery selaku perwakilan PT Bening Toya dan bapak Agustinus asap, serta Widya herlambang dari PT Puspanandari, disepakati bahwa sebelum pengalihan lahan dilakukan, seluruh kesepakatan akan dituangkan melalui akta notaris.
Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut ialah kewajiban PT Puspanandari untuk melunasi utang Agustinus asap kepada PT Bening Toya sebesar Rp32 juta, serta membayar tambahan sebesar Rp52 juta sebagai kompensasi kepada pihak mediator. Nilai total yang disepakati mencapai Rp85 juta.atas penjualan 1 unit rumah kepada Widya Herlambang selaku dari pihak PT.Puspandari karya sejahtera.
Namun, hingga kini, pembayaran yang diterima baru sebesar Rp32 .juta melalui rekening PT Bening Toya. Sisa pembayaran kepada mediator disebut belum diselesaikan. Beberapa kali ditagih, pihak PT Puspanandari disebut memberikan berbagai alasan yang dinilai tidak jelas.
Situasi semakin rumit setelah Agustinus asap meninggal dunia. Pihak PT Puspanandari disebut melanjutkan komunikasi langsung dengan ahli waris tanpa melibatkan pihak mediator, padahal perjanjian awal dibuat melalui notaris dan melibatkan semua pihak terkait.
Mediator Wulan dan rekannya, Beti, menyatakan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum apabila pihak PT Puspanandari tidak segera menyelesaikan kewajibannya sesuai kesepakatan.
“Kami hanya menuntut hak sesuai isi perjanjian yang sah di hadapan notaris,” dan juga Darius selaku yg mengetahui dari pihak keluarga Agustinus asap ujar Wulan saat dikonfirmasi.

Berita Lainnya
Seorang IRT Diduga Pengedar Narkoba, Ditangkap Satnarkoba di Desa Bumbung
Polisi Berhasil Amankan 3 Pelaku Curanmor di Mesjid Soebrantas Tembilahan
Dugaan Korupsi Pengadaan Videotron Mencuat, Tipikor Lakukan Pemeriksaan
Dua Lokasi Digerebek! Polisi Sita 55,84 Gram Sabu dan Amankan Dua Pria di Rohil
Polsek Rengat Barat Ringkus Pengedar Sabu dan Ganja
Sabu Disimpan dalam Kotak Rokok, Pengedar di Ukui Diciduk Polisi
Pemancing Temukan Pria Gantung Diri dengan Tubuh Sudah Menghitam
Baru Menjabat Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP Eru Alsepa Berhasil Amankan 200 Pil Ekstasi
Aneh..Istri Korban Dijanjikan Akan Jadi Guru Honor Daerah
Polres Bintan Grebek Tambang Ilegal di Kecamatan Gunung Kijang
Pengemudi Yang Nabrak Mobil Dinas Wakil Ketua II DPRD Bengkalis Positif Test Urine
Digerebek di Peron Sawit! Dua Pria di Siak Terciduk Simpan Sabu, Satu Ternyata Residivis