Jalan Berlobang kembali Muncul Dipermukaan di jalan lintas Rengat Tembilahan
Rengat (BUALBUAL.COM, INHU) – Ruas Jalan Rengat–Tembilahan, Provinsi Riau, kembali mengalami kerusakan meski belum lama selesai diperbaiki. Sejumlah titik jalan terlihat berlubang dan retak, diduga kuat akibat kendaraan berat bermuatan tonase tinggi yang masih bebas melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi di beberapa bagian jalan yang sebelumnya telah diaspal ulang. Kondisi ini diperkuat oleh keterangan warga yang mengaku sering melihat truk bertonase besar melintas tanpa pengawasan.
"Sepanjang jalan Rengat menuju Tembilahan ini hampir setiap hari dilewati truk yang muatannya jelas melebihi tonase. Harusnya diumumkan saja, jalan ini khusus untuk kendaraan masyarakat, truk besar dilarang lewat," ujar Umar Hamdi, warga Rengat.
Umar mengaku tengah menuju Tembilahan untuk menjenguk keluarganya yang sakit. Ia menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu yang dinilai tidak konsisten dalam menjaga infrastruktur jalan.
"Dulu ramai sidak, katanya mau pasang portal untuk membatasi truk berat. Sekarang dibiarkan saja jalan hancur lagi," katanya dengan nada kecewa.
Ia juga mempertanyakan keberadaan portal pembatas kendaraan yang sebelumnya sempat diwacanakan oleh pemerintah daerah.
"Portal yang digadang-gadang itu sekarang seperti hantu, tidak pernah ada. Jangan sampai muncul dugaan ada pembiaran terhadap perusahaan-perusahaan besar,tegas Umar.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai lemahnya pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar menjadi penyebab utama kerusakan jalan yang terus berulang.
"Sangat disayangkan, jalan yang baru dibangun sudah rusak lagi. Ini jelas karena truk bermuatan berat yang terus lewat,"ujar seorang warga kepada media ini, Minggu (11/01/2026).
Jalan Rengat–Tembilahan merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan. Kerusakan yang berulang dinilai tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indragiri Hulu hingga berita ini diterbitkan belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan aplikasi WhatsApp telah dilakukan, namun belum mendapat respons.
Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah tegas, termasuk pembatasan atau pelarangan kendaraan bertonase berat, agar kerusakan jalan Rengat–Tembilahan tidak terus terulang.(Tpng)

Berita Lainnya
Di Perigi Raja Bupati Inhil HM. Wardan Lakukan Ini Terhadap Kepala Desa
Hebat! Pelajar Kudus Ciptakan Alat Deteksi Dini Gunung Meletus
Azwar Syam Pensiunan TNI AL yang Berani Tampar Prabowo Subianto? Siapa Dia...
Hak Anak Jadi Sorotan KPAI Saat Reuni Aksi 212 di Monas
Bocah SD Tenggelam di Aliran Parit Belanda 'Pekanbaru'
Nenek 80 Tahun Gagalkan Upaya Perampasan Sepeda Motor
Gubernur Riau Serahkan Santunan Untuk Petugas Pemilu Yang Terkena Musibah
Eks Anggota DPRD Kuansing dituntut 6 tahun 10 bulan Penajara Akibat Korupsi dana sertifikat
Raih WTP 3 Kali dan Peringkat Pertama Aksi, HM. Wardan Apresiasi Kinerja Said Syarifuddin "Kandidat Kuat Sekda Riau"
Gubernur Riau Rela Tempuh Perjalanan Malam hingga Subuh,Demi Temui Masyarakat di Tembilahan
Edy Indra Kesuma Sambut Baik Penegasan Kepengurusan Kadin oleh DPD RI
Preman Memalak Anggota TNI,Begini Akibatnya