Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Asal Usul Sarapan: Tradisi Lama yang Menjadi Kebutuhan Modern
BUALBUAL.com - Sarapan kini dikenal sebagai kebiasaan penting untuk memulai aktivitas sehari-hari. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa tradisi makan pagi telah ada sejak ribuan tahun lalu dan mengalami perkembangan panjang hingga menjadi budaya seperti sekarang.
Secara bahasa, kata sarapan dalam bahasa Indonesia berarti kegiatan menyantap makanan pada pagi hari. Dalam bahasa Inggris, istilah breakfast memiliki makna harfiah memutus puasa, yakni makan pertama setelah tubuh tidak menerima asupan selama tidur semalaman.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa kebiasaan makan pagi sudah dikenal sejak peradaban kuno seperti Mesir, Yunani, dan Romawi. Pada masa itu, sarapan dilakukan terutama oleh pekerja dan petani yang membutuhkan tenaga sebelum memulai pekerjaan berat.
Memasuki Abad Pertengahan di Eropa, sarapan sempat tidak dianggap penting. Sebagian besar masyarakat hanya makan dua kali sehari, yaitu siang dan malam. Sarapan biasanya hanya dilakukan oleh anak-anak, orang sakit, atau mereka yang bekerja keras sejak pagi.
Perubahan besar terjadi pada masa Revolusi Industri abad ke-18 dan ke-19. Jam kerja yang lebih panjang membuat masyarakat membutuhkan energi lebih awal. Sejak saat itu, sarapan mulai dipandang sebagai kebutuhan penting dan menjadi kebiasaan umum. Menu seperti roti, telur, bubur, dan susu pun mulai populer.
Pada abad ke-20, kebiasaan sarapan semakin berkembang seiring munculnya industri makanan modern. Produk seperti sereal, roti tawar, dan berbagai makanan praktis dipromosikan sebagai pilihan menu pagi yang cepat dan bergizi. Sarapan kemudian dikenal luas sebagai makanan terpenting dalam sehari.
Di Indonesia, budaya sarapan juga telah lama mengakar dengan ragam menu khas daerah. Masyarakat mengenal berbagai hidangan pagi seperti bubur ayam, nasi uduk, lontong sayur, nasi kuning, hingga roti dan kopi. Setiap daerah memiliki tradisi sarapan yang berbeda sesuai kebiasaan lokal.
Ahli gizi modern menilai sarapan penting untuk menjaga energi, konsentrasi, serta kesehatan tubuh. Karena itu, kebiasaan yang telah berlangsung sejak masa lampau ini tetap relevan hingga sekarang.
Dari perjalanan sejarahnya, sarapan bukan sekadar rutinitas harian, melainkan tradisi panjang yang lahir dari kebutuhan manusia untuk memulai hari dengan tenaga yang cukup.

Berita Lainnya
Sound 'Pacar Selingan' Andrigo Viral di TikTok, Rezeki Lama Datang di 2026
Klarifikasi Deddy Corbuzier Soal Podcast Bersama Mantan Menteri Kesehatan
Penyanyi 'Glenn Fredly' Meninggal Dunia
Sinopsis Di Ambang Kematian, Tumbal Pesugihan Setiap 10 Tahun
WALI Suguhkan Karya Terbaru, Bang Jago, yang Sarat Hiburan dan Pesan Positif
Gelar Konser Amal, Presiden Orang Laut Gandeng Artis Nasional Pelantun Single Pacar Selingan 'Andrigo'
Gong Panggung Melayu Internasional, Andrigo Targetkan Dukungan Wapres dan Gubernur
Duka dan Doa Netizen untukmu 'Glenn Fredly'
Kasus Video Syur, Artis Gisel Anastasia Ditetapkan Jadi Tersangka
Purwakarta Menjadi Tempat Acara Festival Dansa Akhir Pekan yang Kedua
Inilah Pesan Menyentuh, Dibalik Virannya Lagu Virus Corona Rhoma Irama Bikin Heboh!
Puluhan Ribu Warga Duri Tumpah Ruah Di Jalan Sudirman