Suparman Tantang Iwan Pansa Duel Terbuka: Satu Lawan Satu, Jangan Main Gertak!
BUALBUAL.com - Pasca aksi premanisme yang diduga dilakukan oleh Ketua Pemida Pancasila (PP) Pekanbaru Iwan Pansa beberapa waktu lalu terhadap mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Suparman, terus jadi perhatian.
Kini, Suparman yang juga mantan Ketua DPRD Riau tersebut tegaskan tidak takut dengan gertakan Iwan. Suparman bahkan menantang ajakan duel atau satu lawan satu secara jantan. Menurutnya, hal itu sekaligus untuk menyelesaikan persoalan yang dinilainya telah menyentuh marwah.
Demikian ditegaskan Suparman secara terbuka di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (4/5/26). Turut hadir Ketua LAMR Rohil, Datuk Taufik Tambusai, masyarakat Rohul serta sejumlah perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP).
“Suparman tidak takut sama Iwan Pansa. Tolong sampaikan, kalau itu di luar kepentingan marwah, adu saya satu-satu atau tentukan harinya kita perang bersama-sama. Mereka banyak, kita banyak, atau kita satu lawan satu ditonton oleh lembaga adat," tegas Suparman.
Suparman kembali mengulangi pernyataannya, bahwa ucapanya tersebut sebagai sikap jantan. Karena itu, Suparman pun menyatakan siap meladeni.
"Ini resmi saya tantang satu lawan satu. Iwan Pansa, kau hadapi saya secara jantan,” ungkap Suparman.
Meski demikian, Suparman menekankan bahwa persoalan tersebut kini telah masuk dalam ranah adat dan hukum. Ia mengimbau seluruh masyarakat, khususnya puak Melayu, untuk tetap mengedepankan ketertiban dan tidak bertindak anarkis.
“Sekarang masalah ini sudah masuk wilayah adat dan wilayah hukum. Saya minta kepada puak Melayu untuk tertib dalam penegakan hukum, jangan gegabah dan jangan anarkis. Kita hantarkan maksud baik Datuk Taufik Tambusai ke Kepolisian Daerah Riau, dan saya juga sudah mengadu,” ujarnya.
Ia berharap laporan yang disampaikan dapat mendapat perhatian dari pihak-pihak yang masih menjunjung tinggi nilai dan marwah Melayu di Provinsi Riau.
Selain itu, Suparman mengingatkan pentingnya menjaga citra masyarakat Melayu yang dikenal dengan sikap santun, berakhlak baik, dan menjunjung tinggi nilai agama.
“Tidak ada lagi yang boleh kita contohkan perilaku yang tidak baik. Orang Melayu itu pasti baik, santun, akhlaknya baik dan agamanya bagus. Maka yang berniat melaporkan ke Polda, antarkan laporan itu dengan baik dan santun, dan kita tunggu prosesnya,” lanjutnya.
Suparman juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya dari Rokan Hulu belum mengerahkan massa, bukan karena takut, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan akhlak.
“Kalau sekarang kami dari Rohul belum mengerahkan orang, bukan berarti kami penakut. Kami berani, tapi kami menghargai adab dan akhlak kami, kami menjaga marwah daerah kami,” ujarnya

Berita Lainnya
Pamit Cari Ayam Hutan dan Ular, Seorang Pria di Kampar Ditemukan Tewas di Kebun Warga
Polda Lampung Limpahkan Berkas Perkara Tahap II Kasus Penjualan Pupuk Ilegal
Jalintim di Pelalawan Macet Akibat Banjir, Satlantas Polres Inhu Sarukan Lewat Jalinteng
9 Unit Rumah Kontrakan di Kampung Dalam Pekanbaru Ludes Dilalap si Jago Merah
Buaya Pemangsa Petani di Inhil Sepanjang 3,7 Meter Berhasil Ditangkap
Kawanan 12 Gajah Raksasa Melintas di Kebun Warga Pekanbaru, Warga Sempat Cemas
Tabrakan Maut antara Dua Fuso dan Minibus Terjadi di Jalintim Pangkalan Kerinci
Perahu Terbalik di Sungai Indragiri, Pegawai PNM Hilang Saat Survei Nasabah
HMI Minta Kejati Riau Usut Tuntas Dugaan Aliran Dana Pencucian Uang Mantan Bupati Bengkalis
Pemkot Pekanbaru Kembangkan Destinasi Wisata Okura, Ini Atraksi Andalannya
Apakah Status Satpol PP Semua PNS Sesuai UU ASN Nomor 5 Tahun 2014?
Ambulans Tabrak Truk Trailer di Tol Permai, Tiga Penumpang Tewas di Tempat