Berkali-kali Dikunjungi Pejabat
Usia Lebih dari Tiga Dekade, Jembatan Gantung Penghubung Dua Desa di Kemuning Bertahan Berkat Swadaya Warga
BUALBUAL.com - Jembatan gantung yang menjadi penghubung utama antara Desa Kemuning Muda dan Desa Kemuning Tua, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, kini semakin menunjukkan tanda-tanda penuaan. Infrastruktur yang dibangun sekitar tahun 1994–1995 itu hingga kini masih menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat.
Meski kondisinya mulai rapuh, warga tidak tinggal diam. Mereka secara rutin menggelar gotong royong untuk memperbaiki bagian-bagian jembatan yang mengalami kerusakan dengan memanfaatkan dana, material, dan tenaga hasil swadaya masyarakat.
Perbaikan terbaru dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) mulai pukul 13.30 hingga 17.00 WIB. Selama pekerjaan berlangsung, akses jembatan ditutup sementara guna menghindari risiko bagi pengguna.
Sekretaris Desa Kemuning Muda, Indra Juli, mengatakan seluruh proses perbaikan dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat.
"Selama pengerjaan, akses jembatan kami tutup sementara. Alhamdulillah seluruh pekerjaan berjalan lancar dan sekarang jembatan sudah bisa digunakan kembali," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, warga mengganti papan lantai yang telah lapuk serta memperbaiki bantalan besi yang mengalami korosi. Material diperoleh dari sumbangan masyarakat, sementara pengerjaannya dilakukan secara gotong royong.
Menurut Indra, budaya saling membantu dalam merawat jembatan sudah berlangsung sejak lama. Setiap kali ditemukan kerusakan, masyarakat langsung berinisiatif melakukan perbaikan tanpa harus menunggu bantuan dari pihak lain.
Keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, pasar, hingga mengangkut hasil perkebunan. Karena itu, pemerintah desa berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk membangun jembatan yang lebih kokoh dan permanen.
"Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi dapat merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Sudah berkali-kali jembatan ini dikunjungi, namun hingga kini belum ada pembangunan. Harapan masyarakat, jembatan ini bisa dibangun dengan konstruksi beton agar lebih aman dan tahan lama," tutupnya.

Berita Lainnya
Ayo Hadiri Milad dan Reuni SMAN 1 Tembilahan 1967 - 2025, Satukan Rindu dalam Kebersamaan
Dari Okura, Semangat Kartini Hidup: PLN Nusantara Power Tenayan Dorong Perempuan Naik Kelas Lewat Taman Bunga Impian
PD F. SPTI Riau Silaturahmi dengan Gubernur Abdul Wahid, Bahas Kesejahteraan Buruh
Mitigasi Penyalahgunaan Senpi, Polres Inhu Gelar Latihan Menembak
LAMR Inhil Gaungkan Semangat Gotong Royong Jaga Keamanan Daerah
Ketua Projo Bengkalis Sabarman Damanik sebut, Ketum Projo Budi Ari sosok Garda Depan Pemberantasan Judol Dan Dukung Proses Hukum
Ujian Penerimaan Anggota Baru PWI Riau Berlangsung Sabtu Mendatang di Pekanbaru, Pendaftaran Ditutup
Babinsa Koramil Rupat Bersama Masyarakat Sosialisasi Cegah Covid-19
LAMR Himbau, Soal Hukum jangan Memaksa Kehendak, AMPR: Demo Meresahkan, Bubarkan
Polri Peduli Covid-19, Polsek Tanjungpinang Timur Bagikan 210 Paket Sembako
Relawan IWO Inhil Kembali Salurkan Amanah Donatur 50 Paket Sembako
Kisah Pilu Maiyah Bertahan di Tengah Pandemi, Bantuan Tak Dapat, Buat Makan Harus Utang