Pergi Memancing Pagi Hari
Pamit Memancing ke Kebun Sawit, Pria 58 Tahun di Bengkalis Ditemukan Tak Bernyawa
BUALBUAL.com - Seorang pria berinisial HA (58) ditemukan meninggal dunia di tepi parit perkebunan kelapa sawit di kawasan Jembatan 1, Jalan Jurong, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Minggu (1/11/2026).
Korban ditemukan sekitar pukul 13.50 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sebelumnya, HA diketahui pergi memancing bersama dua rekannya sejak pagi hari.
Kapolsek Mandau AKP I Made Pasek Saradahtam Bandesa mengatakan, korban merupakan warga Desa Tambusai Batang Dui. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB untuk memancing.
"Korban berangkat memancing bersama dua rekannya, yakni RO dan SA. Setibanya di lokasi, mereka berpencar mencari spot pemancingan masing-masing," kata I Made, Senin (2/11/2026).
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 10.00 WIB korban masih terlihat dalam kondisi normal. Namun, sekitar pukul 13.00 WIB, kedua rekannya memutuskan pulang lebih dahulu dan sempat mengirimkan pesan suara kepada korban.
Tidak lama kemudian, sekitar pukul 13.50 WIB, rekan korban mendapat kabar bahwa HA ditemukan tergeletak di tepi parit lokasi pemancingan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Mendapat informasi tersebut, saksi berinisial DA yang sebelumnya dimintai pertolongan oleh pemancing lain langsung menghubungi RO," jelas I Made.
Keluarga korban, termasuk istrinya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan di puskesmas, kemudian mendatangi lokasi kejadian. Istri korban sempat memberikan pertolongan medis darurat berupa resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).
Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil menyelamatkan korban. HA dinyatakan meninggal dunia.
Setelah menerima laporan, personel Polsek Mandau mendatangi rumah duka untuk meminta keterangan awal dari pihak keluarga. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan korban.
Dari keterangan keluarga, anak korban berinisial AA menduga ayahnya mengalami kelelahan. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya HA baru saja menempuh perjalanan jauh dari Jambi.
Meski demikian, korban tetap berangkat memancing pada pagi harinya. Sementara itu, istri korban berinisial EN menyampaikan bahwa suaminya sempat mengeluhkan kondisi tubuh yang kurang sehat sebelum pergi memancing.
I Made mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, luka maupun lebam pada tubuh korban," ungkapnya.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun visum. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
"Jenazah selanjutnya disemayamkan di rumah duka untuk dimakamkan secara kekeluargaan," tutup I Made.

Berita Lainnya
Pihak Unisi Bantah Adanya Isu Penolakan Mahasiswa KKN di Kecamatan Batang Tuaka
Polisi Dibantu Warga Evakuasi Korban Tenggelam di Tanjung Raja
Kecelakaan Pekerja di PT LIP Mesuji Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan dan Menuai Protes Karyawan
Pria Terlantar di Dumai Dijemput Tim Medis, Suhu Tubuh Capai 39 Derajat
Pakar Perminyakan Riau Sebut Semburan Gas Muntahkan Lumpur di Tenayan Hal Biasa, akan Berhenti Sendiri
Aksi Cepat Ditpolairud, Remaja yang Terjun ke Sungai Siak Berhasil Diselamatkan
Ribuan Ojol dan Mahasiswa Geruduk Mapolda Riau, Protes Tewasnya Affan Kurniawan
102 Saksi Sudah Diperiksa, Polda Riau Bersiap Tentukan Status Hukum Kasus RSD Madani
BMKG Pekanabru : Waspadai Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Riau Hari Ini
Ampera Riau: Stop Politisasi Hukum, Bebaskan Abdul Wahid!
Antisipasi Over Kapasitas, Lapas Rumbai Terima 31 Tahanan dari Rutan Kelas I Pekanbaru
Malam Tahun Baru, Muda Mudi di Tembilahan Sepi di Jalan Ramai 'Ngamar'