PILIHAN
Agus Sebut: Sistem Tangkal Korupsi Program 1 RW Rp1 M
Bualbual.com, Saat berkampanye di Kelurahan Semanan, kawasan Kalideres, Jakarta Barat, calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono, menegaskan kembali bahwa usulan program 1 RW Rp1 miliar yang pernah dicetuskannya bukanlah program bagi-bagi uang.
Ia memastikan jika program yang digagas kubunya itu adalah murni untuk program pemberdayaan komunitas. "Sekali lagi, ini program bukan bagi-bagi uang, yang diisukan di kalangan masyarakat," kata Agus di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Minggu, 20 November 2016.
Agus beralasan, dalam pembenahan lingkungan dan memberdayakan komunitas, setiap ketua RW di Jakarta pasti lebih paham akan setiap permasalahan di wilayahnya masing-masing.
Ia menilai, dana sebesar itu nantinya bisa diberdayakan oleh setiap ketua RW, seperti misalnya untuk ketersediaan air bersih, ambulans, dan program wilayah bebas narkoba. Agus menilai usulan itu nantinya juga bisa menjadi solusi bagi warga Semanan.
Ketika ditanya mengenai rentannya program semacam itu dari praktik-praktik korupsi, Agus berjanji akan membentuk sistem yang transparan dan akuntabel, agar bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami akan buat semuanya berintegritas, menghindari segala bentuk penyelewengan dengan check and balance dan audit," ujarnya.
BB.C/Viva.co.id

Berita Lainnya
Gubri Apresiasi Logo HUT Riau-64 Yang Penuh Makna
Viral! Dituduh Mencuri Cincin, Seorang ABG di NTT Digantung Kepala Desa
Terkait Covid-19, ICMI Riau Keluarkan Imbauan
Komentari Postingan Soal Penusukan Wiranto, Oknum ASN di Kampar Diperiksa Polisi
Pria di Pekanbaru Rela Gelapkan Motor Rekannya, Demi Melunasi Utang
PN Rohil Dan PT Pekanbaru Gelar Rapat, Saksi dan JPU Terlantar
Solusi Dari KPU Inhil, Jika Tak Masuk DPT Cukup Bawa e-KTP Sudah Bisa Coblos Besok
Pengembangan Toga, Isdianto Dukung 1.000 Persen
Daus Mini Menikah Lagi, Siri atau Resmi?
UNISSA Brunei Darussalam dan UIR Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan
Pemkab Inhil Tandatangani MOU Dengan PT.RSUP Pulanu Burung Untuk Pengelolaan Limbah Organik
Kepala BKN Sebut Guru Honorer K2 Berkali-kali Gagal Tes