PILIHAN
Ditangkapnya 10 Aktivis Sebelum Aksi 212, Ternyata Agen Ini Masalahnya
Bualbual.com - Penangkapan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri dan sejumlah aktivis oleh Polri, 2 Desember 2016 lalu terus menuai kritik dan panen hujatan.
Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak menegaskan, langkah polisi yang sangat berlebihan dan terkesan terburu-buru tersebut harus dipertanyakan oleh DPR RI.
“Menurut saya tindakan 11 orang tokoh nasional dan aktivis pergerakan makar, serta pelanggaran terhadap UU ITE sangat berlebihan dan terkesan terburu-buru. Polri seharusnya menyelidiki terlebih dahulu akar permasalahannya,” jelas dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Selasa (6/12)
Bastian menduga, tuntutan Rachmawati dkk untuk kembali ke UUD 1945 sangat beralasan. Mereka khawatir infiltrasi intelijen RRC di Indonesia yang juga ada hubungannya dengan agenda politik RRC di Indonesia dengan menggunakan “boneka” atau yang kita kenal sebagai “proxy”.
“Jadi dalam hal ini Ahok dicurigai akan dijadikan proxy untuk menjadi presiden di tahun 2019 untuk menjalankan kepentingan RRC di Indonesia,” duga dia.
Bastian menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar luas di masyarakat, baik itu dari berita dalam negeri maupun luar negeri, James Riady pemilik Metro TV dan pemilik Lippo Group diduga merupakan seorang agen intelijen dari China Military Intelijen, yang dulu bersama ayahnya pernah terlibat dalam skandal Clinton.
“Inilah salah satu alasan mengapa para tokoh dan aktivis pergerakan bersuara ‘lantang’ terhadap pemerintah, sebab hingga dengan saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait dengan peran James Riyadi dalam perpolitikan di Indonesia. James Riyadi terkesan bebas melakukan loby-loby politik dengan pemerintah, partai, maupun ormas Islam, dll. Apa sebenarnya kapasitas JR di Indonesia? Dia mewakili siapa? Dari partai mana?” jelas dia.
Oleh karena itu, Bastian meminta DPR untuk menelusuri informasi terkait isu operasi intelijen yang tengah dilakukan James Riyadi di Indonesia. Hal ini penting karena sudah menyangkut keamanan negara.
“Mengapa pemerintah diam saja? Ada apa? Daripada terlalu banyak berbicara di media, lebih baik anggota DPR bekerja keras dan melakukan upaya konsolidasi internal dan segera membentuk Pansus guna menyelidiki apakah benar ada operasi intelijen yang tengah dilakukan oleh James Riyadi cs di Indonesia. Jangan sampai para tokoh dan aktivis pergerakan ditangkap demi membela kepentingan James Riady cs,” tandasnya.
editor : BB.C/postmetro.co

Berita Lainnya
PT.THIP Inhil, Dilaporkan Masyarakat Ke Polda Riau Atas Penyerobotan Lahan
Dihadiri Perwakilan Kementerian PUPR RI, Pemkab Inhil Gelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat Pengelolaan Wilayah Sungai Reteh
Densus 88 dan Polda Riau Tangkap Terduga Teroris di Daerah Rohil
Makna Dibalik Warna Seragam Sekolah
KOMPAK Provinsi Riau Minta Semua Instansi Terkait Serius Tangani Balita Penderita Gizi Buruk
Hina UIR, Raja Ferza Fakhlevi Kecam Pemilik Akun Eka Octaviyani
Enam Nasabah BRI Ujung Batu Dipanggil Jaksa 'Dugaan Kredit Fiktif Rp7,2 Miliar'
Jalan Rusak Diatas 40 Persen, Dinas PUPR Bakal Overlay
Tewas Satu Orang, Mobil bus khafilah MTQ Rohul Menuju Dumai Alami Kecelkaan
Prakiraan Cuaca di Sebagian Riau Bakal Diguyur Hujan
I am Sorry, Ahok Minta Kasus Al-Maidah 51 tak Dilanjutkan
Pangean Terparah Terdampak Banjir, Akses Enam Desa Putus