PILIHAN
Resmi !! Ini 11 Uang Rupiah Desain Baru
Bualbual.com - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Sementara rupiah logam terdiri atas pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100.
Desain uang baru ini sejalan dengan rencana BI menerbitkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hampir semua wajah pahlawan di uang tunai berganti, kecuali pecahan Rp 100.000.Pecahan Rp 100.000 tetap menampilkan wajah dua proklamator RI, yaitu Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta.
[caption id="attachment_5848" align="alignnone" width="300"]
Foto: Dok BI[/caption]
"Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan dihargai sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011. Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan di seuruh Indonesia," jelas Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).
[caption id="attachment_5849" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, BI menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.
"Uang rupiah kertas dan logam yang telah dikeluarkan masih berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik peredaran oleh BI," kata Agus.
[caption id="attachment_5850" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
Penggunaan gambar pahlawan pada rupiah baru juga sebelumnya sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Terima kasih Presiden Joko Widodo atas persetujuan pemerintah penggunaan gambar pahlawan ke rupiah baru," tutup Agus.
[caption id="attachment_5851" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5852" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5853" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5855" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5856" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5857" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
[caption id="attachment_5858" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
[caption id="attachment_5859" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
editor : BB.C/detik.com
Foto: Dok BI[/caption]
"Rupiah adalah simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan dihargai sesuai dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011. Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan di seuruh Indonesia," jelas Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Gedung Thamrin BI, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2016).
[caption id="attachment_5849" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
Bertepatan dengan Hari Bela Negara Indonesia, BI menerbitkan 11 desain baru rupiah yang terdiri dari 7 pecahan rupiah kertas dan 4 pecahan rupiah logam. Setelah diterbitkannya rupiah baru, maka uang rupiah yang sudah beredar di masyarakat masih berlaku dan masih bisa digunakan sebagai alat transaksi yang sah sampai BI menarik peredaran rupiah lama.
"Uang rupiah kertas dan logam yang telah dikeluarkan masih berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik peredaran oleh BI," kata Agus.
[caption id="attachment_5850" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
Penggunaan gambar pahlawan pada rupiah baru juga sebelumnya sudah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Terima kasih Presiden Joko Widodo atas persetujuan pemerintah penggunaan gambar pahlawan ke rupiah baru," tutup Agus.
[caption id="attachment_5851" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5852" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5853" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5855" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5856" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok BI[/caption]
[caption id="attachment_5857" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
[caption id="attachment_5858" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
[caption id="attachment_5859" align="alignnone" width="300"]
Foto : Dok. BI[/caption]
editor : BB.C/detik.com

Berita Lainnya
BMKG: Hari Ini Hotspot Masih Marak di Riau, Terbanyak di Inhil
4 Ton Riau Ekspor Kerang Darah ke Thailand Hasil Budidaya Nelayan Panipahan
Minta Izin Asesmen Pejabat Eselon II, Pemprov Riau Kirim Surat ke KASN
Koramil 02/Tanah Merah Berjebaku Padamkan Api "Lahan PT Sambu Kuala Enok NTS Terbakar"
Ikuti Langkah AS, Yerusalem Resmi Nyatakan Keluar Dari UNISCO
SBY: Tuhan, Kirimkanlah Aku Gubernur yang Baik Hati...
Drama perjuangan Letda M Boya ditampilkan dalam acara peringatan HUT ke-71 RI di Inhil
Cabuli Gadis di Bawah Umur,Seorang Buruh di Kampar Ditangkap Polisi
Independennews Group Gelar UKW September 2019
Inilah Alasan Iwan Saputra Nyatakan Siap Maju Pileg Dapil 2 Rohil
Bupati Inhil Kunjungi Kantor Pengadilan Negeri Tembilahan
Asrama Embarkasi Haji Antara Riau Tak Mampu Menampung Jumlah Jemaah Dua Kloter