PILIHAN
Viral Al Quran Tampa Surat Al Maidah Sudah Beredar di Kalangan Masyarakat
bualbual.com, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin memastikan informasi yang beredar dan viral melalui media sosial bahwa telah terjadi penyuntingan terjemahan Alquran tidak benar.
Menurut informasi beredar, kata "awliya" pada Surah Al Maidah ayat 51 diterjemahkan dari "pemimpin" menjadi "teman setia".
Innalillahi wa innaillaihi roojiuun.... Telah dibagikan Al-Quran PALSU ke sekolah2 dg dalih wakaf Al-Quran. Tlg dicek surat Al-Maidah ayat 51 dst telah diganti tafsirnya...
Semua anak sekolah se- Tangerang raya sdh dapat, anak saya jg dapat hr Kamis kemarin..setelah dicek ternyata isinya sdh dirubah...????????????
Tafsirnya diganti jadi teman setia..
Ini Penjelasan Kemenag
Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.
Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata 'awliya' pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari 'pemimpin' menjadi 'teman setia'.
Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai 'Al-Quran palsu'.
"Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar," tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya.
Ada yang Menolak, Apalagi Saya
Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 - 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata 'awliya' diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002.
Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Berikut Imbauan Ketua PBNU
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata 'awliya' pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata wali diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata wali pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan 'Al-Quran palsu' pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat.
Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.
Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya.
Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran.
Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya. (Tribun Timur /Humas Kemenag RI)

Berita Lainnya
Puluhan Buruh Demo PT Dumai Bulking , Manajemen Dituding Penipu
Pengurus DPC AJOI Bengkalis Resmi Dikukuhkan
Tasbih dan Minyak Wangi Kesayangan UAS untuk Prabowo, Amanah Ini Sudah Saya Sampaikan, Malam Ini Saya Bisa Tidur Nyenyak'
PKB Riau Targetkan 10 Kursi di Pileg 2019
Syamsuar Pasang Foto Berkemas di Ruang Kerja 'Sehari Jelang Dilantik'
Tiga Ekor Harimau Ditemukan Warga Inhu di Kebun Karet
Puluhan Rohingya Masih Ditahan Saat Naik Kapal Menuju Malaysia
Ketua TP PKK Kasmarni Buka Stand Bazar MTQ Tingkat Kecamatan Pinggir
Tiga Kawasan Ekonomi Khusus di Riau, Dapat Dukungan dari Gubernur Se-Sumatera
Pecinta Bola wajib Tau!!! Inilah Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Europa 2017-2018
Polda Riau Berhasil Ungkap Penyeludupan Narkoba Jenis Sabu Dari Body Speed Boat, Jaringan Dari Malaysia
TNI AL Tangkap Kapal Pencuri Ikan Berbendera Vietnam di Perairan Selat Malaka