PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Tiga Ekor Harimau Ditemukan Warga Inhu di Kebun Karet
BUALBUAL.com, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau hari ini telah melakukan pemasangan camera trap di beberapa lokasi di Rengat Barat, Kabupaten Inhu. Kegiatan ini dilakukan setelah adanya laporan warga yang melihat satu ekor induk harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) bersama dua ekor harimau muda di Desa Tanah Datar.
Disampaikan Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, bahwa informasi ini pertama kali diketahui Selasa (26/2/2019) lalu. Saat itu, Camat Rengat Barat melaporkan bahwa warganya menemukan satwa langka tersebut di kebun karet sehari sebelumnya.
Hari itu tim Rescue KSDA Bidwil I Rengat langsung berangkat menuju lokasi. Tim turun ke lokasi didampingi Camat Rengat Barat, Kades Tanah Datar, Polsek Rengat Barat dan beberapa orang masyarakat.
"Dari pengecekan langsung diketahui bahwa seorang warga bernama Warsan melihat langsung satwa tersebut pada Senin pagi," sebut Dian pada Kamis (28/2/2019).
Dian menjelaskan bahwa Warsan pada awalnya melihat dua ekor anak harimau sedang bermain di kebun karet. Saat itu ia ingin mendekati kedua hewan tersebut. Namun baru berjarak 20 meter, seekor induk harimau muncul dari balik semak
"Saksi saat itu langsung lari menghindari harimau dan melapor ke kepala desa," papar Dian.
Saat tim menuju lokasi, ditemukan bekas semak yang rebah bekas harimau istirahat. Tim pun segera melakukan sosialisi kepada masyarakat tentang keberadaan satwa ini.
"Masyarakat diminta berhati-hati dalam beraktivitas di kebun karet. Khususnya di pagi dan sore hari," terang Dian.
Selain itu BBKSDA juga meminta masyarakat untuk tidak memasang jerat atau tindakan lain yang bisa melanggar hukum. Karena harimau Sumatra merupakan satwa langka yang dilindungi undang-undang.
Hari ini, sebanyak empat camera trap sudah dipasang untuk membantu pemantau keberadaan satwa ni. Kamera ini dipasang di empat titik yakni di Desa Tanah Datar dan Desa sungai Baung. Pemasangan di dua desa ini dilakukan karena sebelumnya juga sempat terpantau keberadaan harimau di perbatasan dua desa tersebut.
"Tim kita bekerjasama dengan aparat setempat untuk memantau keberadaan satwa ini," pungkas Dian.
| Sumber | : | Cakaplah |

Berita Lainnya
40 Ormas di Pekanbaru Akan Gelar Aksi Tuntut Banser Dibubarkan
LAMR Nilai Pernyataan Ketua IKAPI Riau Tentang Mulok Budaya Melayu Riau Itu Tidak Etis
Preman Memalak Anggota TNI,Begini Akibatnya
Anggota DPRD Pekanbaru Terpilih 2019-2024 Masih Ada yang Belum Sampaikan LHKPN, Ini Konsekuensi
Berikut Nama-nama yang dilantik Bupati Kampar
Tiga Kader HMI Dikeroyok Sekelompok Orang, Saat Hendak Rapat Harian
Mati Lampu Seenaknya PLN Jangan Buat Marah Masyarakat
Penerimaan CPNS 2018 Akan Dibuka, Kuota Guru 100.000 Lebih
Kamu Harus Tahu, 7 Objek Wisata Wajib Dikunjungi di Siak Sri Indrapura
Bupati Meranti Irwan Nasir Akhirnya Datang ke KPK
Pimpinan Cabang GP Ansor Rohil Kirim Peserta Pelatihan Kerja, Guna Bina Generasi Muda
Hasil Evaluasi Jemaah Haji Riau, Keluhkan Minimnya Air Bersih di Asrama EHA