PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Fatah-Hamas Bahas Keamanan diJalur Gaza
Fatah-Hamas Bahas Keamanan diJalur Gaza
Bualbual.com, - Negosiator dari Fatah dan Hamas dilaporkan akan membahas keamanan di Jalur Gaza. Pembahasan mengenai keamanan di Gaza akan digelar keduanya dalam pembicaraan damai di Mesir, esok hari.
Rencananya adalah 3.000 petugas keamanan Fatah akan bergabung dengan petuas kepolisian di Gaza selama satu tahun. Recana ini sejatinya adalah bagian dari kesepakatan persatuan yang dimediasioleh Mesir pada tahun 2011, yang akan mengembalikan banyak pengaruh pemimpin Fatah Presiden Mahmoud Abbas di Gaza dan selanjutnya melonggarkan pegangan Hamas di wilayah itu.
Namun, sayangnya saat itu rencana tersebut tidak pernah terealisasi. Rencana ini akan coba dihidupkan kembali dalam putaran terbaru pembicaraan damai yang kembali ditengahi Mesir."Kedua sisi akan membahas masalah keamanan, terutama di Gaza, dengan cara yang sesuai dengan front tuan rumah, menerapkan peraturan hukum secara profesional, dan nasional dan tidak bersifat faksi," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum, seperti dilansirReuters pada Senin (9/10).
Sementara itu, menurut pejabat Hamaslainnya yakni Sami Abu Zuhri, pembicaraan masalah keamanan hanya akan terbatas pada pengerahan petugas keamanan pemerintah Palestina ke Gaza, dan tidak membahas masalah senjata Hamas."Masalah senjata perlawanan tidak akan dibahas," ungkapnya.Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelumnya telah meminta Hamas menyerahkan semua senjata yang mereka miliki, sebagai bagian dari rekonsiliasi Palestina.
Abbas menuturkan, jika Hamas memutuskan untuk bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), maka Hamas harus mematuhi semua peraturan yang ada. Salah satu peraturan tersebut adalah selain institusi hukum, tidak ada pihak atau kelompok lain yang memegang senjata.Namun, Hamas menegaskan tidak akan menyerahkan semua senjata yangmereka miliki kepada pemerintah Palestina. Hamas menyatakan, merekaakan terus memegang senjata selama Israel melakukan penjajahan di tanah Palestina.Meski demikian, pemimpin Hamas, Ismel Haniyeh menyatakan pihaknya siap untuk mendiskusikan semua pilihan rekonsiliasi dengan Fatah, khususnya mengenai upaya perlawanan terhadap Israel.
(Sindo/bbc)
.jpg)

Berita Lainnya
Kepala Dinas Pariwisata Kab Inhil Junaidi: Lantik Ketua Imam Serta Buka Diskusi Kedaerahan dan Pelatihan Ekonomi Kreatif Di Tembilahan
7 Fakta Tidak Akan terjadi Apabila Hari Buruh di Tiadakan, Baca disini?
#7 Pahlawan, yang Ternyata Relevan di Kehidupan Kamu Sekarang?
Suparman Pindah ke lain Hati Isu Menguat, Ketua Golkar Riau Angkat Bicara
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penculikan Anak di Siak
Iniesta: Barca Tetap Lebih Baik Meskipun Madrid Punya Neymar
Tak Disangke, Andi Rachman Bawak Suyatno Untuk Bertarung di Pilgubri Tahun 2018
Gubri Pimpin Apel Penanganan Karhutla Di Riau
Komentar Penusukan Wiranto di FB, ASN Riau Diperiksa Polisi
PT.THIP Inhil, Dilaporkan Masyarakat Ke Polda Riau Atas Penyerobotan Lahan
Bupati Inhil Ikuti Renungan Suci Dalam Keheningan Di TMP Yudha Bakti, Tembilahan Hulu
Sudah 207 Peserta Daftar Seleksi CPNS di Bengkalis Tahun 2019