PILIHAN
Mulyadi Said Sebut: SK Personalia kepengurusan baru DPC Partai Gerindra Inhil Belum Final
bualbual.com, Belum final, SK Personalia kepengurusan baru DPC Partai Gerindra Inhil diprediksi bisa dirubah jika ada kesalahan. Sementara dalam susunan kepengurusan Personalia dipimpin oleh Asmadi.
Mantan Ketua OKK DPC Partai Gerindra Inhil, Mulyadi Said mengatakan, menempati jabatan sebagai pimpinan di Gerindra, bukan sebuah kebanggaan.
"Tetapi lebih kepada pemenuhan tanggungjawab untuk mebesarkan partai dan mengantar Prabowo Subianto sebagai Presiden RI," kata Mulyadi, Selasa (17/10/2017).
Menurut Mulyadi yang kini menduduki jabatan sebagai Anggota Dewan Penasehat DPC Gerindra pimpinan Asmadi, kemungkinan untuk dilakukannya perubahan ini bukan pernyataan dari dirinya.
Tetapi hal itu diterimanya langsung dari Ketua DPD Gerindra Provinsi Riau, H. Nurzahedi SE dalam sebuah kegiatan di Pekanbaru, Ahad (15/10/2017) kemarin.
Kembali diterangkan ulang oleh Mulyadi bahwa jabatan struktural bagi kader militan partai Gerindra bukanlah segala-galanya.
Namun mengantisipasi setiap kemungkinan sekecil apapun yang akan menjadi penghalang tujuan utama mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI wajib untuk diantisipasi.
“Ketua DPD kita juga pastinya kader militan. Kepemimpinannya untuk membesarkan partai tentu tidak lagi diragukan. Pemikiran kita dengan calon Gubernur Riau dari partai Gerindra itu pastilah satu tujuan,” tegaskan Mulyadi.
DPC Partai Gerindra Inhil menurut Mulyadi berdiri sejak tahun 2008, di awal berdirinya, meski dengan perjuangan yang tidak gampang.
Seluruh pengurus DPC Gerindra Inhil berhasil mendudukan Ketuanya, Baharuddin L Abbas dikursi DPRD Inhil dan pada Pileg 2013, Gerindra Inhil berhasil merebut 3 kursi di DPRD Inhil.
“Artinya seluruh pengurus DPC sebelumnya telah membuktikan diri sebagai kader militan yang berjuang penuh untuk membesarkan Partai.” Ultimatum Mulyadi.
Sebagai kader militan Partai Gerindra, Mulyadi mengaku hari ini timbul keyakinan dihatinya akan adanya upaya “penghancuran” Partai Gerindra Inhil.
Hal itu menurutnya ditandai dengan pengambil-alihan kepengurusan DPC tanpa pernah adanya dilakukan musyawarah. Apalagi lebih dari separoh jumlah pengurus lama di keluarkan dan dipindahkan pada jabatan lainnya tanpa pernah dimintai persetujuan.
Bagaimana mau membesarkan partai jika diawali dengan menimbulkan keretakan?. Apa jaminan sejumlah nama-nama baru yang kini menduduki susunan vital dikepengurusan di DPC Inhil merupakan kader militan partai yang memiliki satu tujuan.
"Bahkan Asmadi sendiri yang “dibantu” didudukan sebagai Anggota DPRD Inhil baru menempati “rumah keluarga” Partai Gerindra Inhil baru sejak 3 tahun lalu,” Kritisi Mulyadi.
Diakhir kalimatnya Mulyadi berpesan agar Asmadi dapat memimpin partai Gerindra Inhil dengan penuh tanggungjawab.
"Menempati jabatan baru sebagai seorang Ketua di Gerindra menurutnya bukan sebuah kebanggaan. Tetapi lebih kepada pemenuhan tanggungjawab untuk mebesarkan partai dan mengantar Prabowo Subianto sebagai Presiden RI," ujar Mulyadi. (***dro)

Berita Lainnya
Razia Penginapan, Petugas Ciduk 4 Pasangan Mesum
Terkait Kasus Pungli PTT Dinkes Pelalawan Jaksa Periksa Sekcam Teluk Meranti
Sebelum Jadi Boss Mafia Narkoba Adam Pernah Jadi Petani hingga Pebisnis dan Punya Istana di Batam
Terima Kasih Kami Bapak H. Wardan, Telah Membangun Masjid Nurul Iman
Fahira Idris: Kasus Ancaman pada Ustad Abdul Somad Sudah Kelewatan
Meriahkan HUT RI Ke - 73, Bupati Inhil HM.Wardan Apresiasi Berbagai Lomba Yang Digelar DWP
Kisah Tentang Keajaiban Istighfar yang Menggetarkan
Bagai Mana Bisa..... Mantan Mentri ESDM Hikmahanto: Arcandra Tahar Tak Punya Negara, Harus Dicari Solusinya
Polsek Tapung Hilir Kampar, Amankan 2 Pelaku Narkoba di Wilayah Desa Kota Garo
Cleaning service Stikes Hantuah Pekanbaru Tewas Ditemukan Wc Kampus
Mahasiswa Pinta Jaminan Gubernur Riau Tak Terjadi Karhutla Lagi
Kabar Gembira Bagi Masyarakat Riau BOB Temukan Cadangan Minyak di Sumur Benewangi