PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Survei BPI Jelang Pilpres 2019 Banyak Pendukung Jokowi Hijrah Ke Prabowo Subianto
Bualbual.com, Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, bursa capres 2019 yang bertarung di Pilpres 2019 masih didominasi oleh 2 nama yaitu Jokowi sebagai incumbent dan Prabowo Subianto. Pasalnya, dukungan kepada dua nama tersebut cenderung masih kuat dan solid.
Hasil survei yang dilakukan oleh BPI periode November 2017 di seluruh wilayah Indonesia menghasilkan, jika pemilihan presiden dilakukan hari ini suara dukungan kepada Prabowo jauh meninggalkan Jokowi dengan angka 58,36%, sedangkan Jokowi sendiri berada di angaka 33,72%, sementara sisanya belum menentukan pilihan. 27/11/17
Sementara untuk pilihan partai politik persaingan masih akan didominasi 3 partai besar pemenang pemilu 2014 yaitu PDIP 28,24%, Gerindra 26,43%, Golkar 18,16 % sedangkan sisanya terbagi untuk partai lainnya.
"Beberapa indikator semakin menguatnya dukungan kepada Prabowo adalah Pertama Pilkada DKI efek, isu agama yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta berdampak kepada semakin solidnya tokoh-tokoh Islam yang selama ini cenderung diam dalam menanggapi isu politik.
kiprah Prabowo sendiri yang melakukan turun gunung sebagai King Maker dalam pilkada DKI Jakarta dengan mengusung pasangan Anies-Sandi mendapatkan keuntungan berlebih yaitu semakin menaikan popularitasnya," katanya
Kedua, lanjutnya, lemahnya penegakan hukum, selama pemerintahan era Jokowi-JK penegakan hukum cenderung lemah dan terkesan lamban, kasus yang menimpa Novel Baswedan menjadi indikator pertama kekecawaan masyarakat kepada pemerintah yang dinilai lemah dalam penegakan hukum.
Ketiga, kebijakan pemerintah yang menaikan tarif dasar listrik menjadi indikator
paling kuat kekecewaan masyarakat kepada pemerintah, dampak dari kebijakan ini terbukti membuat biaya hidup masyarakat semakin tinggi, hal ini juga menjadi indikator terjadinya peralihan dukungan kepada Prabowo.
Keempat, pembangunan infrastruktur yang digenjot oleh pemerintah tidak memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat, selain itu rencana pemerintah yang akan menjual berbagai asset penting negara dianggap sebagai kebijakan keliru.
Survei dilakukan November 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling kepada 2000 responden di seluruh Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih dengan margin off error 5%. ***(drc)

Berita Lainnya
Tim Prabowo-Sandi Boikot Metro TV, Kubu Jokowi Langsung Bereaksi
Rugi Atas utang Negara, Eggi Sudjana Laporkan Jokowi Dan Sri Mulyani Ke KPK
TKD Siapkan 35.272 Saksi, Kawal Suara Jokowi-Maruf di Riau
Jokowi Sudah Ambil Risiko, Abu Bakar Baasyir Ogah Terburu-buru
6 Kabupaten di Riau Selesai Rekapitulasi, Prabowo Unggul Telak dari Jokowi
Pengamat: Dukungan dari Kepala Daerah ke Paslon tak Pengaruhi Pilihan Rakyat 'Jokowi Kalah di Riau'
TKN Jokowi: Basarah Bicara Fakta, Soeharto 'Guru Korupsi'
Usai Dilantik, Syamsuar Langsung Ditugasi Jokowi Atasi Kebakaran Lahan dan Hutan
Jokowi-Maruf Kalah, Di TPS Walikota Firdaus Nyoblos
Pidato Jokowi Jelas, Abdul Wahid Optimis Indonesia Bisa Maju
Kenapa? Pendekatan Jokowi ke Umat Islam Dituding Selalu Salah Kenapa!
Pertamina Rugi Rp 11 Triliun, Abdul Wahid Pertanyakan Manajerial Hulu dan Hilir