PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
TKN Kubu Jokowi Nilai BPN Kehabisan Akal Dongkrak Elektabilitas Prabowo
BUALBUAL.com, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily, mengkritik strategi yang digunakan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Menurut Ace, strategi itu digunakan BPN karena suara Prabowo yang stagnan.
"Elektabilitas yang stagnan membuat BPN Prabowo-Sandiaga seperti kehabisan akal. Akhirnya, muncul dua hal yang tidak mencerdaskan rakyat," ucap Ace saat dikonfirmasi, Selasa (5/1).
Pertama, tim BPN selalu menyindir Jokowi. Caranya tidak hanya dengan pernyataan politik, tapi juga melalui puisi seperti yang dilakukan Wakil ketum Gerindra Fadli Zon, hingga menyinggung cucu Jokowi, Jan Ethes.
Kedua, kata Ace, melodrama yang dimainkan untuk menarik perhatian pemilih. Termasuk melodrama penahanan Ahmad Dani dan Buni Yani.
"Model seperti ini dilakukan saat kunjungan 1000 titik sandiwara. Inti permainan melodrama adalah permainan peran sebagai korban ketiadakadilan, didzolimi. Permainan yang lain adalah mendramatisasi suasana sedang terpuruk, krisis dan juga sedang dijajah asing," kata politisi Golkar ini.
Menurut Ace, yang dilakukan BPN sama saja membodohi rakyat. Karena tidak ada adu konsep dan gagasan yang ditawarkan.
"Cara-cara semacam ini merupakan pembodohan bagi rakyat. Tidak ada ide, gagasan dan konsep segar yang ditawarkan. Itulah sebabnya mengapa elektabilitas Prabowo stagnan," ucapnya.
Sebelumnya, juru debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria menilai, Capres Petahana Joko Widodo atau Jokowi panik karena elektabilitasnya mandek. Sehingga, belakangan ini Jokowi tampak menyerang lawan politiknya.
"Kalau petahana menyerang itu berarti petahana melihat bahwa faktanya survei-survei membuktikan elektabilitas petahana itu stagnan. Sementara suara dari penantang terus naik dan meningkat," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan,Jakarta, Senin (4/2).
Politikus Partai Gerindra itu juga menduga Jokowi kesal lantaran jumlah masyarakat yang hadir dalam tiap kegiatannya tak seheboh capres dan cawapres nomor urut 02,Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Sehingga, kepala daerah dikerahkan supaya banyak masyarakat datang.
"Dari jumlah yang datang padahal mohon maaf kalau petahana bikin acara itu selalu melibatkan banyak pihak diantaranya aparat. Ya kepala dinas, lurah, bupati, walikota, kadang gubernur. Itu dilibatkan dalam rangka pengerahan massa," kata Riza.
Reporter: Putu Merta Surya Putra.
Sumber: merdeka.com / editor: ucu

Berita Lainnya
KPAI Minta Presiden Jokowi Tunda Bahas Pemecatannya
Jelang Natal dan Tahun Baru, Polsek Tanjungpinang Gelar Operasi Pekat dan Cipkon
Jokowi Diminta Copot Menkum HAM Terkait Lapas Palsu yang Diduga Dihuni Senov
Mahasiswa di Makassar Gelar Aksi Minta Jokowi Bebaskan Baiq Nuril
Larangan Mudik Berlaku se-Indonesia, Tidak Hanya di Wilayah PSBB
Pesta Sabu, Empat Emak-emak Diciduk Polisi Tanjungpinang
Tak Dukung Perda Syariah, Farhat Abbas Minta PSI Dikeluarkan dari Koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin
Pertamina Sesuaikan Harga BBM per 1 Juni 2026, Cek Daftar Lengkapnya
Panglima TNI Kenakan Masker, Pimpin Pelepasan Jenazah Djoko Santoso
Mengenal Wantimpres Presiden Jokowi, Habib Luthfi bin Yahya
Ungkap Kekecewaan Terhadap Presiden Jokowi di Sosmed Kini Dosen USU Sampai ke Kursi Terdakwa
Tergugat PWO Tak Unggah Jawaban, Sidang Gugatan Nama dan Logo IWO di PN Medan Berlanjut