PILIHAN
Setelah Ditembak Bius Beberapa Hari Lalu, Tim Kehilangan Jejak Bonita
BUALBUAL.com, Ada saja yang menjadi penghalang petugas dalam upaya penyelamatan harimau Bonita di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir. Meski pada Jumat (16/3) malam sempat pingsan ditembak bius, namun binatang buas ini kembali lepas. Hingga Sabtu (17/3), tim masih kehilangan jejak.
Kini, tim di lapangan masih berjibaku untuk menemukan harimau Bonita. Dengan menggunakan mobil double gardan, tim menembus kawasan perkebunan sawit yang berlumpur. Sesekali, mobil tim terpuruk dalam lumpur itu.
“Kita dengan mobil mengarah ke timur. Tepatnya di arah kanan kebun,” kata Kabid KSDA Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo kepada wartawan, Sabtu (17/3) petang.
Melalui pesan aplikasi, dia mengirimkan video kondisi jalan yang mereka tempuh. Terlihat ada empat mobil double gardan menelusuri jalan yang berlumpur itu. Terlihat sesekali ban mobil itu terpeleset.
Perjalanan itu adalah lanjutan dari perjalanan pada Jumat (16/3) malam. Mobil tim pada malam itu sempat terpuruk saat hendak mengevakuasi Bonita yang sudah pingsan tertembak bius.
Namun karena mobil tim tak bisa bergerak karena terpuruk, membuat Bonita lebih dulu terbangun dari pingsannya. Sehingga tim kehilangan jejak harimau yang sudah menewaskan dua warga ini. “Sampai siang tadi (Sabtu, red), kami masih kehilangan jejak Bonita,” kata dia.
Hutomo juga menjelaskan kronologis penembakan bius terhadap Bonita pada malam itu. Ini berawal dari perjumpaan tim 1 di jalan poros pukul 17.00 WIB, di kebun Eboni 62. “Tim melihat Bonita sedang duduk di bawah batang sawit. Tembakan bius dilakukan, namun terhalang tangkai sawit,” ujarnya.
Seketika, Bonita bangkit bergerak semakin ke dalam mengarah ke barat blok 63. Tim memutuskan memutar arah dan menghadang di blok 63. Kemudian bertemu dan melepas tembakan pukul 19.02 WIB.
“Selanjutnya tim mengikuti. Namun arah Bonita kembali ke blok 62 (awal ditemukan, red). Tim kembali memutar mobil dari jalur poros masuk ke blok 62. Sampai pada pohon ke 18-20, tim bertemu Bonita yang muncul di samping mobil,” kata dia.
Kala itu katanya, Bonita bergerak ke depan mobil yang jaraknya 100 meter. Saat itu pula mobil terpuruk di tempat. Tak bisa maju. Dalam pengamatan, Bonita terduduk dan mulai muntah. Sementara menunggu reaksi, tim turun dan jalan kaki dengan waspada.
“Tim drh Anhar bergabung dengan jalan kaki karena mobil tim lain (4 mobil, red) terpuruk di sawit ke 9,” ujarnya.
Kemudian, Bonita sempat muncul sekitar pukul 23.10 WIB. Tim turun dan mendekati Bonita. Tim juga melepaskan tembakan, tetapi Bonita menghindar, menjauh dan masuk ke dalam semak-semak. “Tim kehilangan jejak,” ujarnya.
Saat itu katanya, situasi penerangan lampu sorot yang bersumber dari satu mobil kurang dapat mensupport penerangan di lokasi kebun yang bersemak. “Posko menghubungi PT THIP untuk membantu alat berat agar dapat mengeluarkan kendaraan yang semuanya sedang terpuruk,” ujarnya.
“Hingga pukul 00.20 masih belum terjangkau. Akhirnya tim pengamanan mengevakuasi tim medis dengan berjalan kaki, dan keluar dari lokasi blok 62 menuju ke camp sampai pukul 02.00 WIB,” jelas Hutomo.
Sebagaimana diketahui, harimau kembali menerkam warga di Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir, Riau. Peristiwa ini, menambah angka korban meninggal dunia akibat terkaman harimau. Setidaknya dalam tahun ini saja, sudah dua nyawa manusia melayang akibat keganasan si raja hutan.
Peristiwa nahas di tahun 2018 ini, pertama terjadi pada 3 Januari lalu. Salah seorang karyawan PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) tewas diterkam harimau. Karyawan yang bernama Jumiati (30) itu, diserang harimau tepat berada di dalam perkebunan sawit, yang masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran.
Tepat 66 hari setelah kejadian itu, salah seorang warga Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, kembali menjadi korban keganasan harimau. Korban yang bernama Yusri (34), tewas seketika diterkam harimau, di Dusun Sinar Danau, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Sabtu (10/3) malam. Lokasi ini berjarak 20 km dari lokasi tewasnya Jumiati.
Sumber: riaupos.co
Editor: ucu

Berita Lainnya
Tim Laporkan Pria Ini ke Polres Rohil 'Diduga Hina Capres Prabowo di Medsos'
11.046 Pelanggan PLN di Siak Bebas Biaya dan Diskon 50 Persen
Detik-detik Ibu Fitri Yang Melahirkan Dalam Mobil Dinas Polisi
PT KIG Belum Juga Beroperasi, Dewan Kecewa: Kalau Ragu Angkat Bendara Putih
KPU Riau: Mengingatkan Kepada Calon DPD RI Besok Serahkan Dukungan
Polisi Berhasil Mengungkap Dalang dari Pembuangan Bayi Yang Sempat Gegerkan Warga Gaung-Inhil
Tim putra Jakarta Pertamina Energi Turunkan Pemain cadangan Saat Melawan BNI
Terbanyak di Riau, Satelit Deteksi Hotspot di Pulau Sumatra
IWO Inhil dan Keluarga Besar BUALBUAL.com Ucapkan Selamat Milad Media Pasengnews 'Semoga Kita Mampu Menjadi Mitra Masyarakat'
Pilkada Serentak 2018 Ada 12 Daerah Yang Akan Melawan Kotak Kosong Siapa Saja Baca Disini!
Mantan Kepala BPMPD Inhil Diperiksa Tipikor Polres Inhil
Ayo Bangkit: DPC PKB Inhil Buka Pendaftaran Caleg Pemilu 2019