PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Mandi di Sungai, Remaja di Riau Diterkam Buaya
Bualbual.com, Ali Suhadi, remaja laki-laki di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau selamat dari terkaman buaya saat mandi di Sungai Batang. Hanya saja, di beberapa bagian tubuhnya mengalami luka hingga perlu mendapatkan perawatan intensif.
"Korban berhasil selamat namun kaki bagian paha sebelah kanan harus dijahit akibat gigitan buaya," kata Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Mulyo Hutomo. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (6/10).
Peristiwa kelam itu terjadi pada Kamis (4/10) lalu. Sore itu, dia bersama rekan-rekannya bermain di sungai. Mandi di sungai merupakan hal yang biasa dilakukan oleh anak-anak di desa itu.
Tiba-tiba saja, muncul seekor buaya dan langsung menerkam kaki Ali. Buaya muara itu lantas menggigit korban di bagian paha sebelah kanan.
Korban yang terkejut kemudian mencoba melepaskan diri dari gigitan predator itu. Rekan korban dan warga yang melihat kejadian itu juga berupaya memberikan pertolongan semampu mereka. Beruntung, korban berhasil selamat dari gigitan buaya tersebut.
Mulyo menjelaskan dirinya akan segera menerjunkan tim guna merelokasi buaya dengan adanya insiden konflik manusia dan buaya tersebut.
Konflik antara manusia dan predator di Kuansing ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya kejadian serupa terjadi di Rokan Hilir, dan di Kabupaten Kampar.
"Kita sedang menginventarisir kenapa buaya akhir- akhir ini marah dan menyerang manusia. Ada indikasi mengalami tekanan karena sungai tercemar logam berat," katanya.
Selain dugaan karena pencemaran logam berat di aliran sungai, BBKSDA Riau juga mengidentifikasi adanya penangkapan ikan di aliran sungai menggunakan alat tangkap setrum. Hal tersebut diduga kuat menjadi penyebab satwa bergigi tajam itu terganggu.
"Kita sudah turun ke lokasi untuk mempelajari sejumlah kasus yang terjadi. Kita berkomunikasi dengan aparat kecamatan dan desa, agar langkah yang kita lakukan terintegrasi, mengingat buaya tersebut memang berada di habitatnya," ujarnya.
Khusus kejadian terakhir di Kuansing, dia menjelaskan timnya telah berkoordinasi dengan aparat desa guan melakukan obervasi sebagai langkah awal untuk penyelidikan konflik tersebut.
Sumber Merdeka.com

Berita Lainnya
Akibat Komplik Dengan Masyarakat, Lima Izin Perusahaan Sawit di Inhil DPRD Rekomendasikan Dicabut
2,5 Persen Uang Tukin Pejabat DLHK Pekanbaru Disisih untuk Penyapu Jalan
Simpan Sabu 6,54 Gram, Dua Pria di Inhil Tangkap Polisi
Ini Uang NKRI Dengan Desain Baru Diluncurkan Hari Ini Pukul 09.00
Penyertaan Modal BUMD Riau Diusulkan Diprolegda
HUT 72 Inhil, Sekda Ingin Semua Masyarakat Turut Merasakannya
Kampanye di Media Massa, Ini Peraturan KPU Soal Iklan
Alhamdulillah, THR ASN dan TNI / Polri tak Hanya Gaji Pokok
Latihan Memanah di Kwarcab Inhil Terbuka Untuk Umum
Kodim 0314/Inhil Serahkan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah
Kondisi Memperhatinkan Jembatan Terusan Saka Jalan Desa Bente Akhirnya Ambruk
Penolakan Waduk Lompatan Harimau, Mahasiswa dan Polisi Bersitegang