PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Mendikbud Sebut Tak Ada Alasan Hapus UN 'Respons Sandi'
BUALBUAL.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menanggapi wacana penghapusan ujian nasional (UN) yang diutarakan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres, Minggu (17/3) kemarin.
Menurut dia, tak ada alasan untuk menghapus UN. Sebab hal itu merupakan amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang salah satunya mengatur mengenai evaluasi pendidikan secara nasional.
Atas dasar itu, Muhadjir mengatakan, bahwa pergantian yang dibolehkan hanya sebatas pada penamaan atau penyebut saja. Artinya, nama selain UN tak masalah, karena sistemnya tetap sama.
"Namanya boleh (diganti) lain. Tapi evaluasi secara nasional itu kan amanat undang-undang. Jadi (ganti) istilah 'oon' juga boleh," kata Muhadjir, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/3).
Muhadjir lebih jauh menjelaskan, bahwa UN saat ini juga sudah tidak jadi penentu kelulusan siswa. Pun demikian UN tidak lagi menjadi syarat siswa untuk melanjutkan pendidikan di level pendidikan dasar dan menengah.
"Sejak dulu (UN) kan sudah tidak menentukan kelulusan, kan sudah tidak ada ketentuan menentukan kelulusan," ujarnya.
UN, kata dia, kini hanya digunakan pemerintah sebagai penggali motivasi instrinsik siswa. Juga untuk mengetahui kemampuan siswa yang sesungguhnya tanpa paksaan, rangsangan, dan iming-iming apapun.
"Kita dengan UN ini ingin menggali motivasi instrinsik dari anak itu sendiri, jadi kita ingin tahu betul kemampuan nyata dari anak," ucap dia.
Lewat metode UN, Muhadjir menambahkan, pemerintah ingin tahu peta realitas kemampuan sesungguhnya di lapangan. Hal itu yang selanjutnya digunakan sebagai landasan Kemendikbud menciptakan treatment yang tepat untuk sekolah.
"Itu untuk menciptakan treatment, mana yang belum baik, harus diperbaiki. Kan sekarang ini sudah kita tetapkan, misalnya hasil matematik itu sekarang sekolah-sekolah (kita) sudah tahu kualitasnya gimana," kata dia.
Sebelumnya, saat debat cawapres, Minggu (17/3) lalu, Sandi menyatakan akan menghapus ujian nasional jika memenangkan Pilpres 2019 bersama Prabowo Subianto. Sebagai gantinya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menawarkan konsep penelusuran minat dan bakat.
Sumber: cnnindonesia
.jpg)

Berita Lainnya
Peduli Mahasiswa Perantau yang Terdampak Covid-19, BEM UIR Kumpulkan Donasi
Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018 Resmi di Buka, Pembalap Terjauh dari Palembang
Ape Pasal Halaman Kantor Polres Inhil Mendadak Ramai
Terkait Uzin Galian C Supkon,Pihak HKi 4B, Beri Penjelasan
Tahun Ini Rokok Produksi Batam Makin Mahal
Golkar Riau Tak Lagi Persoalkan Spanduk 'Golkar Prabowo' di Pekanbaru
Bupati Kampar Sambut Kedatangan Presiden Genpro dan Rombongan
MUI larang Umat Islam pakai atribut Natal, ini kata Agus Yudhoyono Negara Kita Sudah Demokrasi!
Muridnya Hanyut di Sungai Sepulang Sekolah, Guru SMPN 33 Pekanbaru Terkejut Mengetahuinya
Mendikbud RI: Persiapan UN Tahun 2019 Sudah Matang
Diduga Karena Wanita, Seorang Pria Dibacok di Kelapa Gading, Tembilahan
Dihadiri Septina, STQ Ke-17 Desa Bente Resmi di Tutup, Suhaimi: Al Qur'an Merupakan Pedoman Hidup Manusia