PILIHAN
Riau Akan Alokasikan Anggaran untuk Pengawasan, Potensi Pajak Ekspor Banyak Lost
BUALBUAL.com, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan mengalokasikan anggaran untuk petugas pengawasan ekspor. Dengan begitu, diharapkan potensi pajak dari ekspor dapat meningkatkan.
Pasalnya selama ini pengawas ekspor khususnya minyak dan gas (Migas) di Riau belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah, sehingga potensi pajak sering lost.
"Di Riau ini sudah ada pengawasnya kata pak Menteri ESDM, cuma Riau tak beri uang gaji. Ini harus menjadi perhatian kita ke depan," kata Gubernur Riau, Syamsuar kepada CAKAPLAH.com.
Karena untuk pengawasan ekspor ini, kata Syamsuar, sudah diatur oleh pemerintah pusat, dimana anggaran pengawas itu harus dibiayai oleh pemerintah daerah.
"Di situ (ekspor) ada uang kita, uang daerah ada dan uang negara juga ada. Kalau kita tak ikut membantu negara rugi daerah," ujarnya.
Sebab menurutnya, laporan dari BPK RI banyak ekpor migas di Indonesia tidak sesuai data. Artinya yang dikeluarkan 100 ton ternyata setelah dicek di negara tujuan datanya lebih dari 100 ton.
"Berarti ini ada lost pajak di situ. Karena apa yang di ekspor ada semacam lost. Makanya perlu ada pengawas yang mengawasi ekspor ini di Riau. Yang lalu cukup lah kalau seperti itu. Jangan kita berikan orang kesempatan salah, sehingga dapat merugikan daerah dan negara," tukasnya.
| Sumber | : | Cakaplah |

Berita Lainnya
HIV dan AIDS di Pekanbaru Tembus Diangka 3.317 Kasus
Kasih Tahu Saudara Mu! Gubri Tahun Depan Sekolah Gratis Direalisasikan
Satelit Deteksi ada Hotspot di Siak dan Bengkalis
Soal Wabah Lalat Yang Resahkan Warganya, Ini Respon Cepat Camat Kemuning
Sekda Kampar Koordinasi Perpres No. 33 tahun 2020 Tentang Standar Harga Satuan Regional
Police Bird Club Kampar menggelar Pameran Burung Berkicau Bangkinang Kota
Bupati HM Wardan Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Desa Rumbai Jaya, Kempas
Demi Bocah Ingusan,Barcelona Buang Pemain Bintangnya
Kapolda: Kejar Pembeli Sampai Ketemu "Pencuri Minyak Mentah PT CPI Terancam Penjara 7 Tahun"
Wardan Muncul Dari Arab Saudi dan Printahkan Segera Mengatasi Jembatan Yang Ambruk
Screener, Sepatu Gucci Rp9 Juta yang Kotor dan Dekil
Bawaslu Inhil Turun Tertibkan 'Banyak APK Tidak Sesuai Aturan'