PILIHAN
Warga Rokan Hilir Lolos Dari Ancaman Penjara, Mencoblos Atas Nama Orang Lain
BUALBUAL.com, ROHIL - Bertempat di Polres Rokan Hilir telah melaksanakan SG2 (Pembahasan Kedua) terkait dengan dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan oleh Darmawati Sitorus
yang pada tanggal 17 April 2019 lalu membawa C.6 (Undangan Pemilih) orang lain atas nama Maysarah datang dan melakukan pencoblosan di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau.
Perbuatan ini diduga melanggar Pasal 533 UU No. 7 Tahun 2017 yang berbunyi "Setiap orang yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan/atau memberikan suaranya lebih dari satu kali di 1 satu TPS atau lebih dipidana penjara paling lama satu tahun enam bulan dan denda paling banyak Rp 18.000.000.
Dugaan pelanggaran tersebut merupakan laporan warga masyarakat yang dilaporkan ke Panwaslu Kecamatan Rimba Melintang. Warga pelapor merupakan saksi dari partai politik Nasdem atas nama Siti Patimah yang pada saat itu menjadi saksi partai di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu dan perkara tersebut diambil alih oleh Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir terkait dengan adanya dugaan tindak pidana pemilu.
Dalam rapat pembahasan kedua di Sentra Gakkumdu dihadiri oleh unsur Bawaslu yaitu Ketua Bawaslu Rokan Hilir Syahyuri, dan Koordinator Sentra Gakkumdu Bimantara Prima Adi Cipta, dari unsur Kejaksaan hadir Maruli Tua Sitanggang, dan Rizki Fadillah, sedangkan dari unsur Kepolisian hadir Maringan P. Silalahi, dan Anta Arif Siregar.
Dalam keterangannya, anggota Bawaslu Rokan Hilir Bimantara yang juga selaku Kordinator Sentra Gakkumdu menjelaskan, "Sebelum pembahasan kedua ini Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengambil keterangan ahli hukum pidana. Dan kami menyimpulkan bahwa perkara ini tidak dapat ditindaklanjuti ke proses tahapan penyidikan dikarenakan pertama, bahwa unsur meansrea (niat jahat) dari Terlapor tidak terpenuhi. Kedua, bahwa terhadap pasal yang disangkakan kepada Terlapor masih kekurangan unsur tindak pidananya, dimana seharusnya terlapor memberikan suaranya lebih dari satu kali di satu TPS atau lebih. Padahal faktanya bahwa terlapor hanya memberikan (mencoblos) di TPS 07 Kepenghuluan Lenggadai Hulu saja tidak lebih dari 1 (satu) TPS. Karena dalam unsur pasal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, sehingga terlapor mengaku dirinya sebagai orang lain datang ke TPS akan tetapi terlapor hanya memberikan (melakukan pencoblosan) di TPS itu saja dan hanya satu kali dan tidak pula mencoblos di tempat TPS yang lain," ujarnya.
"Sentra Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, Kejaksaan Negeri Rokan Hilir dan Kepolisian Resort Rokan Hilir menyimpulkan perkara ini tidak dapat ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya dan proses perkara ini selesai dan ditutup," kata Bima, menutup keterangan. (***)

Berita Lainnya
Siapa Dalang Dugaan Koropsi Bantuan Dana 1,9 M, Musibah Puting Beliung Di Desa Bekawan - Inhil
Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi, Bakar Lahan untuk Usir Monyet
Siapa Takizo Iwasaki yang Jadi Google Doodle Hari Ini?
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Siak dan Inteldakim, Lakukan Pengawasan Kegiatan WNA Di Pelabuhan Industri Tanjung Buton Siak
Jika Karhutla Masih Ada di Riau, Massa Tuntut Syamsuar Mundur Jadi Gubernur
Sekda Riau Gelar Video Conference Bersama Sekda se-Riau 'Bahas Anggaran COVID19'
Di-Suspend, Kini Akun Instagram Ustaz Somad Sudah Kembali Aktif
Diduga Akibat Hama Kumbang Replanting Kelapa Sawit Milik PT THIP, Petani Kelapa Desa Tanjung Simpang Gelar Aksi Demo "Kelapa Kami Rusak"
Bupati Amril Apresiasi KKBPK TNI-Polri Se-Provinsi Riau
Bupati Meranti Belum Serahkan Bukti ke Polisi 'Laporkan Akun Facebook Dugaan Pencemaran Nama Baik'
Pembukaan CPNS 2018 Guru Paling Banyak Dibutuhkan
Kuasa Hukum Sesalkan Sebutan Mak Lampir Untuk Ratna Sarumpaet