PILIHAN
Pendapatan Retribusi Parkir Turun 60 Persen, Pasar Modern Selatpanjang Sepi
BUALBUAL.com - Sepinya kondisi pasar Modern Selatpanjang, Kepulauan Meranti tidak hanya dikeluhkan oleh pedagang. Hal yang sama juga dikeluhkan oleh sejumlah juru parkir.
Keluhan itu disampaikan oleh Lembaga Cinta Pasar (CLP) Kepulauan Meranti selaku koordinator pengelola retribusi pada bagian parkir di Pasar Modern.
Ketua CLP Kepulauan Meranti, Ari Anton mengatakan sepinya pembeli yang berbelanja di Pasar Modern menjadi penyebab turunnya pendapatan sejumlah juru parkir, sedangkan mereka didesak terus untuk meningkatkan pendapatan yang disetorkan ke kas daerah.
Turunnya pendapatan pada retribusi parkir mencapai 60 persen. Dimana setiap bulannya mereka hanya meraup sebesar Rp5 juta. Sedangkan mereka harus menyetor Rp4 juta setiap bulannya ke OPD terkait.
"Anggota kita mengeluh pendapatan terus berkurang dikarenakan sepinya pembeli di Pasar Modern. Sedangkan kita juga punya tanggung jawab ke Pemda. Hal ini tidak berbanding lurus dengan naiknya target retribusi," kata Anton, Rabu (7/8/2019).
Untuk menutup kekurangan setoran itu, Anton mengatakan pihaknya terpaksa menambahkan dari iuran pelapak yang berjualan di area parkir.
"Ada pedagang yang menumpang lapak dan berjualan di area parkir. Kita tarik retribusinya, namun mereka tidak setiap hari juga berjualan, dari hasil itulah kita menutupi kekurangan retribusi yang kita setor setiap bulannya," ujar Anton.
Dikatakan Anton, setiap motor yang diparkir hanya dikenakan tarif Rp1000. Dan setiap harinya rata- rata mereka hanya mendapatkan Rp240 ribu.
"Setiap hari itu dari hari Senin sampai dengan Jumat pasar sangat sepi. Dan baru ramai pada hari Sabtu dan Ahad, jadi jika dirata- ratakan pendapatan perhari itu hanya Rp240 ribu," ujar Anton.
Diceritakan Anton, Pasar Modern Selatpanjang sepi sejak 1 tahun lalu. Hal itu dikarenakan banyak pembeli yang memilih berbelanja di Pasar yang terletak di Jalan Imam Bonjol dan Sungai Juling.
"Aktifitas di Pasar Modern hanya singkat, dari pukul 06:00 sampai dengan pukul 09:00 pagi saja, setelah itu sepi," ungkap Anton.
Lebih lanjut dikatakan, jika dulu ia mempunyai juru parkir sebanyak 34 orang, namun seiring dengan waktu dan pendapatan yang minim, kini juru parkir hanya tinggal 17 orang.
"Banyak dari mereka yang kerja serabutan, jadi kondisi ini sangat memprihatinkan. Hal yang sepele ini bisa menjadi banyak penyebab orang kehilangan pekerjaan," kata Antoni.
Terhadap kondisi ini, Ketua CLP itu meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dalam hal ini Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-ukm) untuk merelokasi para pedagang yang berjualan diluar Pasar Modern. Selain itu banyak meja dan kios yang masih kosong.
"Kami minta kepada Pemkab Kepulauan Meranti melalui dinas terkait untuk merelokasi para pedagang yang berjualan di luar Pasar Modern. Karena diluar itu bukanlah pasar resmi, percuma saja Pasar Modern dibangun dengan megah milyaran rupiah. Masa pemerintah kalah sama pedagang, ini sama saja tidak tegas," ujar Anton.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
Negara Indonesia Menjadi Bagian salah satu tolak ukur kesuksesan produk Google
Gubernur Riau Syamsuar Sebut 5 Mobil Dinas Tak Akan Dipakai Semua
Satu Orang Terluka, Mobnas Bawa Lima Pegawai Disdik Pelalawan Riau Tabrakan di Jalintim
Tak Diurus Pemerintah, Masyarakat Ingin Bongkar Jembatan Gantung Sawah Kuansing
Janjikan Pekerjaan, IRT Tipu Warga hingga Raup Uang Rp 480 Juta
Soal Pembunuhan Anggota TNI, HM Wardan Inginkan Inhil Harus Bebas Dari Premanisme
Mobdin Perikanan Bengkalis Tabrak Pemotor di Lintas Duri-Dumai, 2 Orang Meninggal Dunia
Mereka Tak Ingin Anak-Anak Raijua Hidup dalam Kebodohan "Perjalanan Ke Pulau Karang"
Masyarakat Bisa Cek Langsung Produk Legal atau Ilegal "Melalui Aplikasi BPOM"
Curi Seekor Sapi, MR (46) Harus Mendekam di Jeruji Besi
Rumah sekolah SMK Yang Terbengkalai Di Rohil Dijadikan Tempat Mesum bagi pasangan muda/mudi
Bagi Dua Capres untuk Saling Menanggapi , KPU Beri Waktu Total 16 Menit