PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Menteri LHK Siti Nurbaya Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan di Riau
BUALBUAL.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengaku selalu mengikuti perkembangan Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Provinsi Riau.
Ia menyebut, dari pantauannya, saat ini Karhutla Riau banyak terjadi di daerah Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
"Jika dilihat di lokasi tersebut Karhutla juga ada kaitannya dengan konsesi perusahaan," kata Menteri LHK Siti Nurbaya, Senin (12/8/2019) di Pekanbaru.
Kerena itu, tegas Siti, akan memberlakukan sanksi administratif berupa pencabutan izin bagi perusahaan perkebunan atau Hutan Tanaman Industri (HTI), yang terbukti melakukan pembakaran dilahannya.
"Ada instrumennya yakni sanksi administratif (berupa pencabutan izin bagi perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran). Ada instrumennya itu," tegasnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri LHK juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah memiliki data lokasi-lokasi perusahaan yang terjadi Karhutla.
"Termasuk yang ada di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, saat ini ada delapan kasus yang sedang diproses. Saya juga dilaporkan, kemungkinan akan ada dua lagi perusahaan yang ditetapkan menjadi tersangka," bebernya.
Untuk itu, Menteri LHK berjanji akan teliti lagi kebakaran yang dekat perusahan. Karena selain sanksi administratif, juga ada sanksi perdata dan pidana.
"Untuk hal ini, kami juga bisa bersama-sama dengan pihak penegak hukum atau melakukan secara kolaboratif," ujarnya.
Menteri LHK Siti juga membeberkan, hingga saat ini sudah memberikan peringatan kepada 55 perusahaan se-Indonesia yang terjadi Karhutla.
Untuk itu, saat ini Kementerian LHK fokus pada penegakan hukum dan bagaimana menolong masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
"Saat ini sepertinya hanya tinggal di dua bagian itu saja yang secara konseptual harus diperbaiki. Karena kalau untuk monitoring hotspot sudah ada konseptualnya dan sudah berjalan," tukasnya.
Sumber: cakaplah

Berita Lainnya
Seorang Pria Meninggal Mendadak Di Dealer Yamaha Pinggir, Mengindap Penyakit Sesak Nafas
AGPAII Inhil: Santuni Anak Yatim Dalam Rangka Bulan Bakti
Dana Hibah Rp10 Miliar akan Diterima Sebanyak 70 Panti Asuhan di Riau
Pengelolaan Sampah di Zona III Masih Dipegang Pemko, dan Batal Diserahkan ke Swasta
Lima Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah di Pulau Burung, Kerugian Miliaran Rupiah
Tulisan "CSR Bank Riau-Kepri" di Karpet Masjid Raya Annur Pekanbaru, Gubri: Ganti!
Asmadi Ketua DPC Gerindra Inhil Serahkan Langsung Berkas Persyratan Parpol Ke KPU Jelang Pemilu 2019 Mendatang
Target Gerindra Serba Serbi Wah : Menang Pilkada, Pilpres, Kuasai Parlemen!
Press Release Hippmih Pekanbaru Buka Kajian Intensif Bersama Seluruh Keordinasi Kecamatan Se-Kab Inhil
Ucap Syamsuar: Riau Bukan Dikenal dengan Minyak dan Hamparan Kelapa Sawit Saja
Ditendang, Murid SMPN 33 Pekanbaru Laporkan Guru ke Polisi