PILIHAN
Pemprov Kepri Harus Siapkan Bus, Jembatan 2 Dompak Tanjungpinang Keropos 'Warga Menjerit'
BUALBUAL.com - Dampak keroposnya tiang-tiang Jembatan 2 Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama warga di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari.
Untuk berpergian sehari hari, misalnya mengantar jemput anak sekolah dan mengaji menjadi terhambat.
Karena mereka harus menempuh jalur yang sangat jauh dan memutar.
Politisi dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kepri Rudy Chua meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri harus bisa merasakan kesusahan warga Dompak dengan memberikan bus sekolah khusus untuk anak-anak yang berasal dari daerah tersebut.
Solusi lainnya, Pemprov Kepri bisa membuka akses khusus kendaraan roda dua saja.
Tapi kita menunggu hasil pemeriksaan oleh peneliti jembatan dari pusat," kata Rudy, Selasa (13/08/2019).
Namun, sampai saat ini kejelasan seputar kedatangan peneliti jembatan dari pusat dan estimasi dana untuk perbaikan jembatan belum juga disampaikan Pemprov Kepri.
"Janji Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepri juga belum ada kejelasan untuk menghadirkan tim pusat tersebut," ujar Rudy.
Dia menyampaikan, kalau Pemprov Kepri lambat memberikan estimasi dana yang diperlukan atas hasil pemeriksaan tim teknis, politisi Hanura itu pesimis bisa terealisasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan dalam waktu dekat ini.
"Apalagi dalam waktu dekat kita akan mengesahkan APBD Perubahan.
Bila tidak terakomodir, tentunya akan masuk pada APBD Murni tahun depan lagi," sebut Rudy.
Rudy menyampaikan, APBD murni 2020 diprediksi akan terealisasi pada Maret, atau April mendatang.
Artinya, Pemprov Kepri masih membutuhkan waktu yang lama untuk memperbaiki jembatan rusak tersebut.
Kita sangat bersyukur ada warga yang memviralkan foto tiang jembatan dengan kondisi rusak parah itu.
Saya saja sangat terkejut kok bisa seperti itu," ucap Rudy.
Dari foto warga tersebut, publik akhirnya mengetahui kalau tidak ada pemeriksaan dan pemeliharaan jembatan itu.
Kita tidak menuduh soal bagaimana jembatan itu dibangun awalnya.
Namun, bila ditemukan penyalahgunaan maka pihak yang membangun akan berhadapan dengan hukum.
Aparat penegak hukum harus usut tuntas," tegas politisi yang sudah dua periode menjadi wakil rakyat itu.
Sumber: tribunbatam.co.id

Berita Lainnya
New Normal, Menag Sebut Tahap Awal Masjid Dibuka Hanya untuk Salat
Ekstradisi RI-Singapura Bikin Gentar Koruptor dan Teroris, Ini Lini Masa hingga Perjanjian Ditandatangani Yasonna
Surat Suara Tercoblos 01 di Malaysia, Jokowi Minta Temuan Tersebut Dilaporkan ke Bawaslu
Bila Rakyat Menghendaki, Presiden Jokowi Buka Peluang Koruptor Dihukum Mati
Terungkap Dugaan Polisi Ikut Main, Kapolres Garut Perintahkan Kapolsek Menangkan Jokowi 01 'Nolak Dimutasi'
Demo Ahok 4 November: Jokowi Tegaskan Tidak Lindungi Ahok, Siap Turun Tangan Jika Kasusnya Tak Tuntas
Presiden Jokowi Hadiri KTT G-20 di China dan KTT ASEAN di Laos
Rizal Ramli: Apa Kalian Mau! Jika Jokowi Menang, China Semakin Berpengaruh Di Indonesia
Anies Beri Izin Munajat 212 di Monas, TKN Jokowi Protes
Tak Akan Gugat Ke MK dan Prabowo Tolak Penghitungan KPU, Apa Respon Jokowi?
Setelah Ba’asyir, Presiden Jokowi Ditantang GNPF Nyatakan HTI Legal
Daerah di Riau Ramai-ramai Ingin Pemekaran, Tim Inisiator Pemekaran Bakal Temui Legislator di Senayan