PILIHAN
DPRD Pekanbaru Sesalkan Proyek IPAL Tak Kunjung Selesai
BUALBUAL.com - Proyek nasional pembangunan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) atau IPAL di sejumlah tempat di Pekanbaru menuai protes dari masyarakat.
Ketua DPRD Pekanbaru, H Hamdani mengaku sangat prihatin atas efek negatif dari pengerjaan proyek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang dibiayai APBN tersebut.
Pasalnya, banyak warga yang terdampak negatif dari proyek tersebut. Selain terganggunya arus lalulintas yang menyebabkan kemacetan, tutupnya tempat usaha warga hingga kondisi jalan yang dibiarkan tanpa perbaikan pasca adanya galian saat proyek dikerjakan.
"Kita sangat prihatin terhadap efek negatif dari proyek IPAL APBN, mengakibatkan terganggunya kepentingan banyak orang. Masyarakat jadi dirugikan," ungkap politisi PKS ini.
Menurut Hamdani, seharusnya proyek tersebut diatur secara baik dan selesai tepat waktu serta meminimalisir kerugian masyarakat banyak.
Namun fakta di lapangan, banyak hak-hak publik menjadi terganggu. Termasuk tempat usaha mereka yang terpaksa ditutup lantaran akses jalan menjadi sangat minim dan ditutup, mengingat proyek ini tak hanya berada di jalan-jalan utama, namun hingga ke gang kecil.
Tak sedikit pula masyarakat memprotes lambannya pengerjaan proyek. Misalnya saja proyek IPAL di Jalan Ahmad Dahlan, Sukajadi tepatnya disamping kantor Imigrasi Pekanbaru, dimana saat sosialisasi kepada masyarakat pihak kontraktor menjanjikan proyek itu selesai dalam tempo waktu 3 hingga 4 bulan.
Tetapi faktanya hingga kini proyek yang dikerjakan sejak awal tahun itu tak kunjung tuntas.
"Kita pertanyakan pimpinan proyek dan pelaksana proyek tersebut, bagaimana perencanaan dan pengawasannya. Bagaimana koordinasi dengan OPD terkait di Pemko. Ini harus diselesaikan segera dan pihak terkait harus memberikan keterangan segera pada DPRD dan Pemerintah kota," ucapnya.
Karena itu, Hamdani akan membicakan serius persoalan ini ke komisi terkait untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil DPRD.
"Nanti kita akan bicarakan dengan komisi terkait. Yang pasti kita akan respon karena sudah merugikan masyarakat," tegasnya.
Dari pantauan CAKAPLAH.com di lapangan, proyek tersebut sudah berjalan di beberapa ruas jalan di Kecamatan Sukajadi seperti jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Dahlia, Jalan Dagang, Jalan Kaswari, Jalan Kuau, Jalan Tanjung dan beberapa ruas jalan lainnya.
Beberapa proyek yang sudah selesai seperti di jalan Dahlia dan jalan Dagang, sudah bisa dilalui oleh kendaraan, hanya saja jalan bekas galian ditutup dengan beton tanpa di aspal kembali.
Sumber: Cakaplah.com

Berita Lainnya
HM. Wardan: Pembangunan Jalan Rantau Panjang - Tekulai Sebuah Komitmen Dalam Mengwujudkan Spirit Baru Kab Inhil
Kemnaker dan BPJS Akan Melakukan Sidak Terhadap 102 Perusahaan Besar Yang Mebandel Terhadap Kesehatan
Mendapat Bantuan 'Talin Asih' Wardan Puluhan Anak Yatim dan Piatu Sangat Gembira
Camat Mandah Umar Hamdy Tutup Turnamen Volly Ball dan Ucapkan Selamat Para Sang Juara
Bupati Indragiri Hilir HM Wardan Berkomitmen Membangun Pencegahan Tentang Gratifikasi di Seluruh Jajaran Pemerintahannya
Inilah Jadwal Pementasan Tunggal Teater Bangsawan Juara Umum Se-Riau , Dapatkan Segera Tiketnya
Kawanan Gajah yang Rusak Kebun Warga di Rumbai Berhasil Dihalau BBKSDA Riau
STQ Ke-44 Desa Bakau Aceh Resmi Ditutup, Rudi Hartono: Mari Arahkan Anak-anak Kita Lebih Gemar Membaca Alquran
Louching Program Migrasi Listrik Prabayar, DPRD dan Bupati Tahun 2019 Listrik Akan Tuntas Terangi Inhil Hingga Ke Pelosok
Polres Lampura Bantu Pengamanan Eksekusi Satu Rumah di Desa Skipi
Selama 15 Tahun, H.Syamsuar Gubri Pertama Mengunjungi Tempat Latihan Atlite Megawati
Antasari: menangis mengatakan sudah bebas Saat Ziarah makam orang tuanya