PILIHAN
BUALBUAL.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Pemerintah Malaysia sepakat untuk memberantas peredaran narkoba lintas negara melalui jalur laut. Apalagi peredaran barang haram itu sudah melibatkan nelayan Riau maupun Malaysia.
Kesepakatan itu setelah Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menyampaikan permintaan dukungan kepada Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Datok Wira Marzuki Bin Yahya saat kunjungan ke Riau, Ahad (3/11/2019).
"Kemarin kita minta dukungan Pemerintah Malaysia terkait maraknya peredaran narkoba dari Malaysia masuk ke Riau," kata Syamsuar kepada CAKAPLAH.com, Senin (4/11/2019).
Karena menurutnya, sepanjang perbatasan Riau dengan Malaysia di laut menjadi tempat transaksi narkoba.
"Jadi ini kita minta bantu kerjasama mengatasi narkoba ini. Dan itu disambut baik oleh Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia," ujarnya.
"Karena mereka juga merasakan nelayan Malaysia sudah banyak kena penyalahgunaan narkoba, dan itu sama dengan Riau. Dimana nelayan Riau sudah kena narkoba," bebernya.
Atas persoalan itu, tambah Gubri, Wamen Luar Negeri Malaysia akan menyampaikan persoalan narkoba ini kepada kementerian terkait di Malaysia dalam hal ini Menteri Dalam Negeri Malaysia.
"Nanti mereka juga minta kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Malaysia mengatasi peredaran narkoba antar negara," tukasnya.
Sumber: cakaplah.com

Berita Lainnya
Dishub Pekanbaru Usir Belasan Kederaan yang Masih Parkir Sembarangan
DPD KNPI Bengkalis Gelar Rapat Pleno Perdana, Dihadiri Majelis Pemuda Indonesia (MPI)
PUPR Riau Turunkan Alat Berat, Jalan Lubuk Agung-Batu Sasak Longsor
Ratna Sarumpaet Dijerat Pasal UU ITE
Hoax!Foto Anak Bupati Bengkalis Dicatut, Tawarkan Kenderaan Lelang
Kepala Kantor Imgrasi Kelas II TPI Siak Beserta Staf, Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Bapak Alfedri Sebagai Bupati Siak
Tragis ! Hujan Darah Di Pekan Arba Tembilahan Bualbual.com, -
Riau Keluarkan Surat Edaran Terkait Kabut Asap Karhutla
Kunker Danrem 031 Wira Bima ke Kabupaten Rohil Disambut Bupati H Suyatno
Aziz Zaenal: 5R Kunci Kerberhasilan Kab Kampar Mendapat Sertifikasi Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup RI
Bahaya, Gugup Saat Bertemu Pacar
23 Mahasiswa Indonesia Berada di China, 12 Orang Masih Terjebak di Wuhan