PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Bahaya, Gugup Saat Bertemu Pacar
Bualbual.com, Rasa gugup yang muncul saat melakukan kencan pertama, mungkin dialami oleh banyak orang.
Rasa semacam itu konon kian berkecamuk jika Kamu merasa amat mencintai si dia.
Namun, para ahli menilai, rasa gugup yang kelewat batas saat berkencan justru bisa menjadi tanda bahaya.
Seperti dilansi di laman Psychology Today, Dr Wendy L Patrick mengatakan, kegugupan yang muncul setiap kali bertemu pacar, bisa menjadi tanda dia bukan yang terbaik untuk kita.
Patrick menyebut, perasaan "deg-degan" saat jatuh cinta memang hal yang bagus. Tapi seiring berlalunya waktu, rasa semacam itu akan sirna dan tak muncul lagi di setiap momen kencan.
Pada fase itulah Kamu seharusnya sudah bisa bersantai dan menjadi diri sendiri.
"Dalam jangka panjang, tidak ada yang ingin terus masuk dalam hal yang menciptakan stres dan ketidaknyamanan semacam itu," ucap Patrick.
Menurut dia, dalam hal apapun -entah olahraga yang berbahaya, pertunangan, atau peran kepemimpinan yang membutuhkan tanggung jawab berat, tidak pada tempatnya untuk karap larut dalam kegugupan.
Rasa gugup yang dipelihara akan mendatangkan tekanan mental.
Tentu saja, di dalam ikatan asmara, ingin memberi kesan baik kepada pasangan bukanlah hal yang buruk. Tapi, Kamu pun seharusnya tidak merasa gelisah.
Jika Kamu merasa seperti itu, bisa jadi karena orang yang sedang berkencan dengan Kamu ingin membuat Kamu merasa rendah diri, dan akhirnya mengkritik diri sendiri.
Di sisi lain, penelitian telah menunjukkan, terlalu mengkritik diri sendiri dan tidak dapat menerima diri apa adanya membuat seseorang rentan terhadap depresi.
Jadi, Kamu perlu menemukan seseorang yang membuat Kamu merasa nyaman dengan diri sendiri.
Menurut Patrick, kunci utama untuk mendapatkan pasangan yang tepat adalah harus bisa membedakan mana rasa cinta dan ingin memiliki, atau sekadar nafsu belaka.
Periset pernah menyimpulkan, nafsu dan cinta memang hampir tidak bisa dibedakan.
Namun, hanya nafsulah yang menciptakan perasaan negatif, misalnya kegelisahan dan ketidakamanan tadi.
Di sisi lain, cinta justru mengurangi perasaan negatif.
Patrick juga mengatakan, cinta dan nafsu memang bagai pedang bermata dua.
Jadi, apa yang harus Kamu lakukan? Cara terbaik adalah tetap menjaga dan mendengar perasaan atau kata hati sendiri.
"Ini akan memungkinkan Kamu memilih pasangan yang membuat Kamu merasa yakin dan tidak merasa rendah diri," ucap Patrick.*(kompas.com)
.jpg)

Berita Lainnya
Ini 5 Pernyataan Sikap Fokal IMM Riau Terkait Kader IMM Kendari Tewas Saat Demo
Tahun Baru Hijriah, BEM UIN Suska Riau: Langkah Awal Merubah Paradigma
Sempat Hilang, Petani Sawit ini di temukan dalam Perut Ular Piton
Pemprov Riau Siapkan Insentif untuk Tenaga Medis yang Tangani Pasien Corona
Limbahnya Bisa Bahayakan Kesehatan Lho! Kurangi Penggunaan Plastik
Terkait Uzin Galian C Supkon,Pihak HKi 4B, Beri Penjelasan
Kemenag: Meski Tak Ada Masalah Krusial Embarkasi Haji Riau, Baru Sebatas Janjikan Ikhtiar
Kepala Daerah Masih Korupsi, Anggaran dan alam habis oleh pemimpin tamak
SBY Surati Petinggi Demokrat, Soal Kampanye Akbar Prabowo-Sandi
Jaksa Periksa Admin Kredit dan Notaris, Dugaan Korupsi Kredit di Bank RiauKepri
ODP Covid-19 Di Kampar Meningkat Capai 978 Orang, 2 orang PDP
Diduga Ada Kesengajaan, 13 Rumah di Rokan Hilir Terbakar, Dua Orang Tewas Terpanggang