PILIHAN
Bupati Inhil : "Menongkah" Tradisi Leluhur Suku Duanu
BUALBUAL.com - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan secara resmi membuka Festival Menongkah Tahun 2019, di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (16/11).
[caption id="attachment_68626" align="aligncenter" width="226"]
Bupati Inhil : "Menongkah" Tradisi Leluhur Suku Duanu[/caption]
"MENONGKAH adalah suatu teknik masyarakat Suku Duanu di Desa Tanjung Pasir dalam mencari KERANG di padang lumpur dengan menggunakan papan selancar".
Festival tahunan ini turut dihadiri oleh Disparporabud, H Junaidi, Anggota DPRD Inhil, Hasanuddin, Fokopimda Inhil, Fokopimcam, Kepala desa dan jajaran Pemerintah Desa, serta tamu undangan dari Negara Malaysia dan Singapore.
Dalam sambutannya HM Wardan menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan terus memberikan perhatian pada kebudayaan Menongkah ini, dan terus berupaya menjadikannya sebagai salah satu wisata budaya yang menarik, sehingga nantinya mampu mengangkat sektor pariwisata di Indragiri Hilir.
"Tradisi Menongkah ini merukapan tradisi leluhur masyarakat Suku Duanu, dan ini merukan even wisata Kabupaten Inhil dan telah menjadi kalender wisata Provinsi Riau,"
[caption id="attachment_68624" align="aligncenter" width="217"]
Bupati Inhil : "Menongkah" Tradisi Leluhur Suku Duanu[/caption]
Selain itu, HM Wardan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2018 lalu, Budaya Menongkah yang dilakukan oleh Suku Duanu ini pernah mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori Menongkah massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta, dan mandi lumpur dengan peserta terbanyak pada Agustus 2016 lalu.
" Prestasi Itu hendaknya terus kita pertahankan dan ditingkatkan, karena festival menongkah ini merupakan sebuah kegiatan budaya tradisional daerah untuk mendukung khazanah budaya bangsa sebagai ikon budaya Kabupaten Inhil, Provinsi Riau," tutur Bupati Inhil, HM Wardan.
Lebih lanjut, HM Wardan juga mengatakan tujuan lain dari festival Menongkah ini guna untuk menjaga eksistensi budaya tradisional masyarakat Suku Duanu agar tidak punah kelestariannya.
Untuk diketahui, pada pergelaran Festival ini, berbagai perlombaan juga dilaksanakan seperti perlombaan Menongkah, Merampah dan Lompat Lumpur. ***(Diskominfo Inhil/Galery)
Bupati Inhil : "Menongkah" Tradisi Leluhur Suku Duanu[/caption]
"MENONGKAH adalah suatu teknik masyarakat Suku Duanu di Desa Tanjung Pasir dalam mencari KERANG di padang lumpur dengan menggunakan papan selancar".
Festival tahunan ini turut dihadiri oleh Disparporabud, H Junaidi, Anggota DPRD Inhil, Hasanuddin, Fokopimda Inhil, Fokopimcam, Kepala desa dan jajaran Pemerintah Desa, serta tamu undangan dari Negara Malaysia dan Singapore.
Dalam sambutannya HM Wardan menyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Kebudayaan terus memberikan perhatian pada kebudayaan Menongkah ini, dan terus berupaya menjadikannya sebagai salah satu wisata budaya yang menarik, sehingga nantinya mampu mengangkat sektor pariwisata di Indragiri Hilir.
"Tradisi Menongkah ini merukapan tradisi leluhur masyarakat Suku Duanu, dan ini merukan even wisata Kabupaten Inhil dan telah menjadi kalender wisata Provinsi Riau,"
[caption id="attachment_68624" align="aligncenter" width="217"]
Bupati Inhil : "Menongkah" Tradisi Leluhur Suku Duanu[/caption]
Selain itu, HM Wardan juga menyampaikan bahwa pada tahun 2018 lalu, Budaya Menongkah yang dilakukan oleh Suku Duanu ini pernah mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI), dengan kategori Menongkah massal yang melibatkan lebih dari 500 peserta, dan mandi lumpur dengan peserta terbanyak pada Agustus 2016 lalu.
" Prestasi Itu hendaknya terus kita pertahankan dan ditingkatkan, karena festival menongkah ini merupakan sebuah kegiatan budaya tradisional daerah untuk mendukung khazanah budaya bangsa sebagai ikon budaya Kabupaten Inhil, Provinsi Riau," tutur Bupati Inhil, HM Wardan.
Lebih lanjut, HM Wardan juga mengatakan tujuan lain dari festival Menongkah ini guna untuk menjaga eksistensi budaya tradisional masyarakat Suku Duanu agar tidak punah kelestariannya.
Untuk diketahui, pada pergelaran Festival ini, berbagai perlombaan juga dilaksanakan seperti perlombaan Menongkah, Merampah dan Lompat Lumpur. ***(Diskominfo Inhil/Galery)

Berita Lainnya
Sisir Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, BNN Riau Amankan 10 Pengunjung
Soal Kata "BUDEK dan BUTA" Ma'ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada
Bupati Harris: Program Pelalawan Sehat, Tinggal Telpon Petugas Datang
Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Berulang- ulang
Kata Kapolresta, Terkait Warga Tutup Akses ke Perumahan di Pekanbaru karena Takut Covid-19
Pemko Pekanbaru Tak Kunjung Merespon, Pelajar dan Guru Terpaksa Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Panam
Kantor Rekanan Jalan Tandun di Bengkalis Digeledah KPK
Pemko Pekanbaru akan Rekrut Tenaga Kerja 'PPPK' Usai Seleksi CPNS
Warga Rohul Padati Pelayanan Kesehatan Tim Medis ACT Riau "Pasca Banjir"
Pemilu: Bawaslu Temukan 3 Dugaan Pelanggaran Kampanye Prabowo
Harapan Bupati Inhil Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018 - 2024