PILIHAN
Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
01 Maret 2026
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
27 Januari 2026
Benarkah Obat Chloroquine Bisa Efektif untuk Virus Corona?
BUALBUAL.com - Obat malaria ternyata disebut-sebut efektif untuk menangani pasien terinfeksi virus corona (COVID-19). Kenyataan ini juga disebut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam sebuah pengarahan di Gedung Putih, ia mengatakan menyetujui chloroquine (klorokuin) yang "sangat kuat" untuk penanganan pasien corona. Obat ini sering digunakan untuk mengobati malaria, lupus dan rheumatoid arthritis.
"Ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan - sangat, sangat menggembirakan. Dan kita akan dapat membuat obat itu tersedia segera," kata Trump dikutip dari CNN International, Jumat (20/3/2020).
Trump bahkan menyebut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS sudah menyetujui penggunaan chloroquine ini. Bahkan, boleh beredar dengan resep dokter.
"Dan di situlah FDA begitu hebat ... itu telah disetujui ... Jadi kita akan dapat membuat obat itu tersedia dengan resep atau negara," katanya.
"Biasanya FDA akan membutuhkan waktu lama untuk menyetujui sesuatu seperti itu, dan itu - itu disetujui dengan sangat, sangat cepat dan sekarang disetujui, dengan resep dokter."
Lalu apakah benar FDA sudah setuju dengan penggunaan obat ini?
Chloroquine belum disetujui oleh FDA untuk mengobati COVID-19. Dan, dilansir dari CNN, belum ada obat lain yang bisa mengobati penyakit yang disebabkan virus corona itu.
Ini ditegaskan kembali oleh FDA pasca-pengarahan Trump. "Tidak ada terapi atau obat yang disetujui FDA untuk mengobati, menyembuhkan atau mencegah COVID-19," kata Komisaris FDA Dr Stephen Hahn.
Namun chloroquine memang telah disetujui untuk tujuan lain. Dokter secara hukum diizinkan untuk meresepkannya untuk penggunaan corona yang belum disetujui secara legal jika mau.
"Tetapi keamanan dan keefektifannya belum terbukti sehubungan dengan corona," ujarnya.
Chloroquine masih akan diuji secara klinis dengan pasien corona. Paling tidak untuk pasien dengan gejala ringan-sedang untuk membantu penyembuhan penyakit.
Ia pun mengatakan studi terus dilakukan. Hahn menekankan proses penelitian masih diperlukan meski situasi yang dihadapi kini mendesak.
"Kami juga harus memastikan produk ini efektif, jika tidak, kami berisiko merawat pasien dengan produk yang mungkin tidak berfungsi ketika mereka bisa melakukan perawatan lain yang lebih tepat," kata Hahn.
Sementara itu, Bayer mengumumkan menyumbangkan 3 juta tablet obat chloroquine dengan nama Resochin ke pemerintah. Bayer mengatakan data baru dari perkembangan di China, meski masih terbatas, menunjukkan potensi penggunaan Resochin dalam mengobati pasien corona.
Sumber: cnbcindonesia.com

Berita Lainnya
Nobar Film Iqra Bersama Anak Yatim di Siak, Ini Harapan Syamsuar
Kasus Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak di Pekanbaru
Warga Diminta Berobat ke Puskesmas, Terserang ISPA akibat Karhutla
Saat Bersihkan Kolam Minyak SPBU, Pekerja Asal Pekanbaru Meninggal di Inhu
Baru 6 hari Selesai di kerjakan Jalan Pasar Desa Sekayan Sudah rusak
Hasilkan Keuntungan Rp1 Miliar per Bulan, Begini Kondisi Pabrik Miras Oplosan di Pekanbaru
Sehubungan Merebaknya Covid19, Kemenag Kota Pekanbaru Imbau Masjid Mencuci Karpet dan Sejadah
Guru TK dituduh Selingkuh dengan Abang Ipar, Rahangnya Patah Dihantam Palu
Polisi Minta Ceramah Abdul Somad Tak Bahas Politik
Nasib!!! Istri Selingkuh, Aris Dianiaya oleh Orang Lain
Terkendala Aksesbilitas Karena Rusaknya Infrastruktur Jalan dan Pelabuhan, Meranti Usul Penundaan Jadi Tuan Rumah MTQ Ke-39 Provinsi Riau 2020
Film Pamanca The Movie, Jet Li dan Jackie Chan Bakal Belajar Bahasa Bugis