PILIHAN
Ketua Komisi II DPRD Kepri Ing Iskandarsyah Minta BUMD Tidak Pikirkan Keuntungan Disaat Merebaknya Covid-19
BUALBUAL.com, TANJUNGPINANG - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau, Ing Iskandarsyah meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tidak memikirkan keuntungan disaat merebaknya Virus Covid 19.
Hal tersebut ditegaskan setelah BUMD Tanjungpinang masih memungut Biaya retribusi sewa lapak Pasar, Anjung Cahaya, Melayu Squer, dan Akau Potong Lembu kepada para pedagang.
"Saran saya untuk BUMD terkait dengan biaya lapak - lapak digratiskan saja untuk bulan ini. Karena untuk makan saja mereka masih sulit disaat seperti ini (Pandemic Covid 19)," tegas Ing Iskandarsyah kepada awak media, Senin(30/3) di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kepri.
Iskandarsyah BUMD itu bagian dari Pemerintah Daerah yang sahamnya Milik Pemerintah Daerah. Tetapi, BUMD itu ada UU Perseroan.
"BUMD itu adalah harta yang dipisahkan pertama dia plat merah, yang kedua dia berlaku UU Perseroan. Kalau dia punya pemerintah daerah dia harus stor ke Pemda ini kan tidak, kalau dia ada untung baru dia stor pemerintah. Jadi retribusi jangan terlalu dibebankan kepada Pedagang," bebernya.
Untuk itu, Iskandarsyah menyarankan agar keuntungan BUMD tidak perlu lagi distorkan kepada Pemerintah Daerah. Sehingga dapat dialihkan ke Biaya Operasional BUMD sepanjang Pandemic Covid 19 ini.
"Sekarang orang takut ke pasar lebih bagus sekarang digratiskan dulu. Lebih bagus uang sewa itu untuk pedagang membiayai hidup disaat pandemic covid 19," pintanya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Tanjungpinang Makmur Bersama, Fahmi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mendapat surat Asosiasi Pedagang terkait dengam keluhan tersebut.
Tetapi, Ia belum bisa memutuskan langkah yang akan diambil karena masih harus menunggu keputusan Walikota Tanjungpinang selaku komisaris utama BUMD Tanjungpinang.
"Kalau kami mengikuti saja saja, kalau Pemko Bilang mengratiskan sewa lapak selama adanya wabah Covid 19, akan kita ikuti. Asal gaji karyawan kami terpenuhi," ungkap Fahmi kepada awak media di Ruang Rapat Kantor BUMD Tanjungpinang, Jumat(27/3).
Karena kata, Fahmi selama ini untuk biaya operasional BUMD masih mengandalkan dari biaya sewa lapak dan Pas Pelabuhan.
"Kalau untuk mengeratiskan saya rasa belum bisa karena kita juga harus memikirkan biaya operasional kita seperti gaji karyawan, biaya air, listrik dan lain - lain," bebernya.
Laporan: Pian

Berita Lainnya
Awali Reses sebagai Ketua DPRD Septian Nugraha, Jemput Aspirasi di Kelurahan Air Jamban
Ups... Seorang Peserta Diduga Tertidur Pulas Saat Rapat Gabungan DPRD Pelalawan
Pererat Silaturahmi, H Siantar Bukber Puasa Dengan Masyarakat
Fraksi Gerindra Inhil Pinta Pemda Serius Lanjutkan Program Pembangunan Jalan HighWay Mandah - Tempuling
Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Usulan Gubernur Lemhannas Dibentuknya Angkatan Ke-4 Siber
Abdul Wahid Sebut UU Omnibus Law Berikan Kepastian Hukum dan Efisiensi Birokrasi
Desnaker dan Anggota DPRD Provinsi Riau, ikut unjuk Rasa Bersama Karyawan Karyawati Pt asia citra
Camat Mandau sambut Hangat, Reses Anggota Dewan Provinsi Riau di Kelurahan Duri Barat
Abdul Wahid Sambangi Ponpes Darul Rahman Tembilahan
Bahas RKPD 2019, DPRD Minta Hadirkan Gubernur Terpilih
Gubernur Bacakan Sebait Pantun 'Pamitan ke DPRD Riau'
Reses Anggota DPRD Syaiful Ardi, Berjumpa Keluarga Santap Sate Khas Pariaman