PILIHAN
MUI Pekanbaru Terima 200 Alat Semprot dan Cairan Disinfektan dari Tionghoa Peduli
BUALBUAL.com, PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru menerima 200 alat semprot lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) serta cairan disinfektan dari Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19.
Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 terdiri dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Riau, Ormas Tionghoa dan Lembaga Keagamaan Riau.
Penyerahan bantuan tersebut digelar di halaman Masjid Arrahman, Jalan Sudirman dan diterima langsung oleh Walikota Pekanbaru. Turut hadir Wakil Walikota Pekanbaru, Sekdako Pekanbaru, Plt Kadiskes Kota Pekanbaru, Ketua MUI Kota Pekanbaru dan perwakilan pengurus masjid yang ada di Pekanbaru.
Bantuan peralatan untuk penyemprotan disinfektan yang telah diserahkan kepada MUI Pekanbaru ini nantinya akan dibagikan kepada masjid-masjid yang ada di Kota Pekanbaru.
Ketua PSMTI Riau Stephen Sanjaya mengatakan bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh Masjid-masjid untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran Virus Corona atau Covid-19.
"Hari ini kita menyerahkan 200 alat semprot lengkap dan cairan disinfektan serta lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti goggles, sarung tangan, masker dan juga sepatu boot kepada MUI Pekanbaru. Untuk pagi ini kota serahkan 100 set dan sore nanti diserahkan lagi 100 sett lagi, total ada 200 set," ujar Ketua PSMTI Riau Stephen Sanjaya, Selasa (2/4/2020).
Ia mengatakan bantuan ini diserahkan kepada MUI Pekanbaru untuk nantinya didistribusikan lagi ke masjid-masjid yang ada di Kota Pekanbaru.
"Jadi nanti MUI yang akan menyalurkan ke masjid-masjid yang ada di Pekanbaru. Tentunya data-data masjid kan ada ada di MUI Pekanbaru. Semoga apa yang kami berikan ini bisa bermanfaat dan bisa digunakan dengan maksimal. Mudah-mudahan peran kecil dari Masyarakat Tionghoa bisa membantu, karena ini tragedi kemanusiaan yang terjadi di seluruh dunia," ucapnya.
Wali Kota Pekanbaru Firdaus usai menerima bantuan ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 yang telah menjadi bahagian dari perjuangan untuk memerangi penyebaran Covid-19 di Kota Pekanbaru.
"Virus corona atau Covid-19 ini adalah ancaman yang mematikan dan sangat berbahaya. Untuk itu mari kita bersama menjadi pasukan untuk memerangi penyebaran Covid-19 yang bertujuan menyelmatkan jiwa dan diri kita, keluarga kita dan masyarakat kita," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Pekanbaru Ilyas Husti juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tionghoa Peduli Penanggulangan Covid-19 yang telah memberikan bantuan ini.
"Ini merupakan satu usaha untuk menggaet semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalan penanggulangan Covid-19," ujar Ilyas Husti.
Dijelaskan Ilyas, penyerahan bantuan kepada Masjid paripurna yang ada di Pekanbaru akan dilakukan secara bertahap.
"Sesuai Undang-undang untuk menjaga Sosial Distancing, maka kita akan memanggil para Imam Masjid secara bertahap. Jadi perjam kita panggil. Dimulai dari Jam 08.00 WIB itu kita berikan kepada 10 orang, kemudian jam 09.00 akan kita panggil lagi 10 orang hingga selesai. Ini gunanya agar tidak terjadi pengumpulan massa yang banyak," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ilyas juga berpesan supaya alat ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.
"Mari merapatkan barisan dan melakukan upaya preventif dan semoga wabah yang sekarang ini menjadi kerisauan kita semua bisa cepat berlalu," tukasnya. (MCR)

Berita Lainnya
Mengalami Penurunan, LKM RW Tak Lagi Dilibatkan Pungut Retribusi Sampah di Pekanbaru
Wakapolresta Pekanbaru Hadiri FGD UIN Suska dengan Forum PTKIN se Indonesia
Tim Putra Sepaktakraw Riau Atasi Sumut
BMKG Riau: Titik Panas Terpantau di Bengkalis dan Pelalawan
Suparman kembali Menjadi Bupati Rohul Setelah SK Pengatifan dirinya Sudah di Teken Mendagri
Resmi pensiun, ini curhatan Gatot Nurmantyo
Bendera Merah Putih Tak Berkibar pada HUT RI ke-73 , DPRD Inhil Minta Maaf
Stunting di Inhil Capai Angka 1.716 Orang,
Bupati Inhil HM. Wardan Hadiri Peluncuran Produk ‘Biopeat’ PT RSUP
Sebanyak Empat Kandidat Bersaing Ketat Untuk Menjadi Rektor UR 2018-2022
PKS: Pak Yasonna Mundur Saja Jika Tak Bisa Perbaiki Lapas