Dituding Membuat Bazar Ilegal, Ayu Sitorus Angkat Bicara
Prioritaskan Jalan, Musrenbang Selayar 2027 Digelar Efisien
Antisipasi Virus Covid-19
Kades dan Dasa Wisma PKK Sungai Raya Inhil, Produksi Masker Sendiri Jual dengan Harga Paling Termurah
BUALBUAL.com, Tembilahan - Untuk bantu pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19), Kepala Desa Sungai Raya bersama anggota Dasa Wisma (PKK) di Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuat masker sendiri dengan harga jual murah tanpa untung untuk bantu masyarakat.
Sebagaimana diketahui, pemerintah mengharuskan kepada seluruh warga Indonesia untuk mengenakan masker saat akan keluar rumah.
Karena adanya kelangkaan masker di daerah kabupaten Inhil, maka Kepala Desa Sungai Raya bersama anggota Dasa Wisma (PKK) setempat membuat masker sendiri dengan harga jual murah tanpa untung untuk membantu Masyarakat.
Hal ini juga sesuai dengan anjuran yang diperintahkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar menggunakan masker demi mencegah penularan Covid-19.
"Pada awal mulanya ini hanyalah kegiatan para ibu ibu PKK dasa wisma karna adanya wabah Virus Corona (Covid-19) maka kami berinisiatif untuk membuat sendiri masker dan membagikannya kepada para masyarakat perdesaan," kata Kepala Desa Sungai Raya, Kartini Wati, Selasa (07/04/2020).
Karena banyaknya permintaan para masyarakat dan orang Dinas akhirnya Kartini Wati bersama anggota dasa wisma (PKK) Desa Sungai Raya dan di bantu oleh masyarakat memproduksi masker lebih banyak dan di jual secara murah tanpa keuntungan.
"Karena permintaan yang sangat banyak, kami pun harus terus menambah anggota untuk pembuatan masker ini, satu Meter Kain bisa membuat 15 Masker dalam satu hari kami hanya dapat memproduksi kurang lebih 100 masker saja karena keterbatasan Alat jahit dan karna alat jahit masih model lama jadi pembuatan masker ini belum maksimal," sebutnya.
Selain masker yang sesuai dengan WHO yaitu tipe N95, ternyata masker yang terbuat dari kain baloteli juga efektif untuk mencegah virus (Covid-19) namun masker ini harus selalu di cuci setelah selesai di pakai.
"Untuk kain kami cari yang lembut dan menyerap agar enak untuk di pakai, karena bahannya dari kain jadi harus selalu di cuci untuk menjaga keseterilan masker tersebut," jelasnya.
Karena kelangkaan masker ini membuat harga masker melonjak naik hingga 10.000 per satu buahnya.
"Untuk harga kami tidak mencari untung hanya sesuai dengan modal, tergantung dari model dan motifnya, karena kegiatan kami ini juga untuk membantu Masyarakat," tutupnya. (*)

Berita Lainnya
Tim 7 "Pemuda Tangguh" Berhasil Juara Untuk Kategori " Penampilan Terheboh" Pada Gelaran Lomba Handy Hygiene Dance
Warga Tanah Datar Inhu Diperingati, Ditemukan Bekas Semak Sarang Harimau
Dilepas Arsenal, Kene Ucapkan Syukur
BMKG: Deteksi Ada Tiga Titik Panas di Riau
Desakan Pembubaran FPI Dan Rizieq Syihab Dibui Kian Melebar
Kampanye Dialogis Caleg di Pekanbaru 'Diamankan Ratusan Polisi'
Bupati Inhil Tinjau Kesiapsiagaan Personel Damkar Atasi Kebakaran
Kadisdik Riau: Bukan Wacana Lagi, Program Sekolah Gratis Sudah Berjalan "Bosda Sudah Dianggarkan Rp428 M"
TPP Tak Bayar Pemrov Riau, Pegawai RSUD Arifin Achmad Melakukan Aksi Mogok Kerja
Soal Pose 2 Jari, Ada Tiga Alasan Bawaslu Setop Kasus Anies Baswedan
Warga Sekara Kecamatan Kemuning Terima RLH dari FKWI
SumselBabel Permalukan Jakarta Garuda "Proliga 2020"