Kini Janda Bisu Tuli dan Rabun di Inhu Tidak Lagi Tinggal di Gubuk Reot dari Daun Rumbia 'Terima Kasih KGI Peduli'
BUALBUAL.com - Dengan dibantu masyarakat setempat, upaya yang dilakukan Komunitas Gala Indragiri (KGI), Kabupaten Indragiri Hulu, Riau ini patut mendapatkan apresiasi dari semua pihak.
Tanpa melihat siapa dan dimana, komunitas yang memiliki hobi memancing itu, lansung beraksi untuk membantu seorang janda miskin yang tinggal di gubuk reot di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, Inhu.
Secara bergotong royong, gubuk reot janda penyandang disabilitas, karena mengalami bisu, tuli dan rabun senja bernama, Isal (40) itu, disulap mereka menjadi rumah yang layak untuk ditempati. Walau terbuat dari papan, dia tidak lagi tinggal di gubuk yang terbuat dari daun rumbia, dan berlantaikan tanah.
"Atas nama masyarakat Desa Anak Talang, kami mengucapkan terima kasih, kepada teman-teman KGI yang telah peduli dengan derita yang dialami warga kami," ujar Abdul Amin, Kepala Dusun II, Desa Anak Talang, Selasa (14/4/2020).
Walau saat ini dihadapkan dengan situasi sulit lantaran penyebaran Virus Corona atau Covid-19, akan tetapi KGI masih memikirkan derita yang dialami orang lain.
"Sekali lagi, atas nama masyarakat Dusun III Desa Anak Talang, saya hanya bisa mengucapkan terimakasih. Semoga semua ini menjadi amal ibadah disisi Allah SWT," singkat Amin terharu.
Sementara itu, Ketua KGI Inhu Frendi Setiawan menyebutkan, bantuan tersebut merupakan hasil sumbangan anggota KGI Inhu, dan bantuan para donatur atau hamba Allah yang peduli dengan derita janda bisu, tuli dan rabun senja tersebut.
Pengurus KGI Inhu foto bersama dengan Bu Isal dan masyarakat setempat.
"KGI, tidak sebatas mengedepankan hobi memancing, melainkan juga memiliki program KGI Peduli, terutama dalam hal membantu masyarakat miskin, terkena musibah, serta kegiatan keagamaan," tutur Rendi.
Dan dalam waktu dekat ini sambung Rendi, pihaknya akan melakukan tahap finishing, yaitu pengecoran lantai terhadap rumah bu Isal tersebut. "Akhir pekan ini akan rampungkan pembangunannya, sehingga bisa segera ditempati. Dan kita juga akan menyerahkan bantuan pakaian layak pakai, terhadap warga kurang mampu yang ada di sekitar daerah itu," beber Rendi.
Dengan demikian, bagi masyarakat yang saat ini memiliki kepedulian dan kelebihan rizki, juga dapat menyalurkan bantuan kepada bu Isal dan warga miskin lainnya, melalui KGI Peduli dengan datang lansung ke Sekretariat KGI, Jalan Lintas Timur, Kelurahan Pematang Reba, tepatnya di depan RSUD Indrasari, tutup Rendi.
Sebagai mana diketahui, sebelumnya Isal yang merupakan seorang janda penyandang disabilitas itu, tinggal seorang diri di gubuk reot berukuran 3 x 3 meter. Dengan semua sisi gubuk tersebut terbuat dari daun rumbia yang ditopang potongan kayu seadanya.
Ironisnya, untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari, wanita janda tiga anak itu hanya menunggu uluran tangan para dermawan. Dan saat ini, dirinya hanya tinggal sendirian setelah ketiga anaknya yang masih kecil-kecil diadopsi orang lain.
Jika hujan turun, janda itu harus siap basah kuyup lantaran gubuk yang ditempatinya bocor. Begitu juga dengan lantai tanah gubuk itu juga becek. Jika boleh dibandingkan, gubuk derita yang ditempati janda itu, lebih jelek dari kandang ternak pejabat dan elit politik yang ada di negri ini.

Berita Lainnya
Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam Kunjungi Pasien RS Puri Husada Tembilahan
PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas Lewat Pelatihan Laundry Sepatu
Diduga Peras dan Ancam Kades, 3 Warga Rohul Terjaring OTT
Para Camat Tak Angkat Satu atau Dua Jari 'Pinta Mendagri'
Ibu Negara Iriana Joko Widodo Melakukan Peninjauan Fasilitas PAUD di Pekanbaru
Masa Jabatan Presiden Mau Diubah, Fadli Zon: Cukup Dua Periode
Puluhan UMKM Ambil Bagian di Bono Jazz Festival Tahun 2019
BI Provinsi Riau Gencar Kenalkan QRIS ke Pengunjung Mall
Gara-gara Game PUBG, Pelajar Bunuh Guru
Nekat Tetap Buka di Bulan Ramadan, Pelaku Usaha Hiburan Malam Harus Ditindak Tegas
Mau di Hapus, KADIN: Indonesia Harus Yakinkan Uni Eropa soal Minyak Sawit
Waw.. Setelah 300 Tahun Yang Lalu, Kini Orang Laut Sedunia Akan Bersatu