Direktur Sri Sadono Mulyanto: RSUD Mandau Kenakan Biaya Rp400 Ribu Rapid Test Bila Untuk Keperluan Pribadi
BUALBUAL.com - Direktur RSUD Mandau Sri Sadono Mulyanto membenarkan adanya biaya yang dibebankan kepada masyarakat untuk rapid test Covid-19 sebesar Rp400 ribu. Biaya itu dinyatakan resmi, bukan pungutan liar atau pungli.
Hal itu dijelaskan Ibeng, sapaan Sri Sadono menyusul beredarnya informasi dan duplikasi kuitansi bahwa untuk rapid test di RSUD Mandau, masyarakat dikenakan biaya Rp400 ribu.
Adapun pertanyaan yang berkembang, apakah pungutan biaya itu dibenarkan? Dan, kenapa jumlahnya Rp400.
Pertanyaan itu muncul, karena selama ini yang diketahui masyarakat, untuk rapid test Covid-19, percuma alias gratis. Karena ditanggung pemerintah.
Secara rinci Ibeng menjelaskan, pemeriksaan rapid test sesuai indikasi dokter, baik untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Covid-19, tidak dipungut biaya.
“Untuk ODP dan PDP, rapid test yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis atau Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Selama persediaan masih ada. Jika stok habis dibelanjakan dari dana APBD,” katanya,
Kemudian, pemeriksaan rapid test untuk screening petugas, baik kesehatan dan non kesehatan yang terpapar, juga gratis. Menggunakan rapid test dari dinkes tersebut.
Sedangkan pemeriksaan rapid test atas permintaan sendiri, baik untuk keperluan perjalanan dan keperluan pekerjaan, atau ingin mengetahui kondisi kesehatan pribadi (check up) ini tidak ditanggung pemerintah.
“Untuk RSUD Mandau, pengadaan rapid test untuk pemeriksaan atas permintaan sendiri tersebut, dari anggaran BLUD (Badan Layan Umum Daerah),” jelas Ibeng.
Katanya, jika atas permintaan sendiri digratiskan, maka berdampak siapapun akan bisa meminta pemeriksaan yang tidak diperlukan dan sudah pasti rapid test tidak akan cukup.
“Dasar penetapan Rp400 ribu itu adalah komponen cost bahan habis pakai (rapid test, spuit suntik, kapas, dan lain-lain) ditambah jasa layanan petugas 40 persen sesuai ketentuan,” terangnya.
Dijelaskannya lagi, selama pemeriksaan rapid test atas indikasi, dan permintaan dokter terkait kondisi kesehatan seseorang, tidak dipungut biaya. Dan, rapid test digunakan yang bersumber bantuan Dinas Kesehatan dan APBD.
“Kalau permintaan rapid test atas keperluan pribadi, dibebankan kepada yang bersangkutan. Ditanggung sendiri. RSUD Mandau sudah BLUD, dan dibenarkan melaksanakan hal tersebut” tutupnya.

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Sebut Peningkatan KIA Difokuskan pada Upaya Penurunan AKI dan AKB
Kadinkes Rahmi Indrasuri Ikuti Rapat Percepatan Pencapaian 100% UHC di Inhil
Sebanyak 115 Warga Kampung Jawa Tembilahan Ikuti Swab Massal
Ketua GSH Inhil Hj. Zulaikha Wardan Ikuti Pembekalan Kader PKK Pro 'Sehat Duta Perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat'
Analis Data Pengukuran Stunting 2022 - 2024 di Kelurahan Desa Kampung Baru Kec Concong
Puluhan Ibu dikecamatan Tembilahan Ikuti Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui DASHAT
Kasus Covid-19 Meningkatkan Signifikan, Praktisi Hukum Pinta Pemda Inhil Berlakukan SIKM
Lawan Stunting dari Meja Posyandu: Cerita Kader Sekar Melati Kawal Tumbuh Kembang Anak Riau
Pos Pemantauan Protokol Kesehatan Covid-19 di Bengkalis Akan Diefektifkan Kembali
Sempat Dirawat Beberapa Hari, 1 Pasien Positif Covid-19 di Karimun Sembuh
Pj Ketua TP PKK Inhil Tinjau Posyandu di Kec. Batang Tuaka
Cara Kaum Muda Dusun III Desa Pelanduk Cegah Covid-19: Semprot Disinfektan hingga Sosialisasi Kesehatan di Rumah-rumah Warga