Stop Pembelian Kelapa Petani! Abdul Wahid Turun Langsung Ke PT Pulau Sambu Group Inhil
BUALBUAL.com - Anggota DPR RI H. Abdul Wahid mempertanyakan soal kebenaran kabar bahwa PT. Pulau Sambu berhenti membeli hasil kebun kelapa masyarakat, saat kunjungan kerjanya minggu lalu di Kantor PT. Pulau Sambu Guntung Sabtu, 25/7/2020 yang lalu.
Menurut Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini bahwa banyak sekali pengaduan masyarakat kepada dirinya.
" saya menerima banyak sekali pengaduan ini pak, selain antrian bongkar yang memakan waktu lama, ada juga isu sambu stop beli kelapa petani. kunjungan saya akhir desember 2019 lalu hari ini saya tagih jawabannya" jelas Anggota Komisi VII DPR RI ini
Pimpinan Sambu Guntung Minandar didampingi Humas Ahlin Ginting memgklarifikasi isu liar yang berkembang dimasyarakat, bahwa tidak benar sambu berhenti membeli hasil kebun masyarakat.
"Sambu ini 90% bahan bakunya dari hasil kebun masyarakat pak, tidak benar kalau kita stop beli, beberapa bulan belakangan kita memang menumpuk, 14 Crane Bongkar kita 24 jam, gudang menumpuk sampai dijalan-jalan belakang pak" jelas minandar
"memang kita ada tampung kelapa dari sulawesi dan kalimantan, itu sejak tahun lalu sebelum Pandemi Covid-19 sudah kontrak membeli pak, tidak mengkin kita putus karna sudah kontrak, tapi juli ini terkahir, sambu"
Humas Ahlim Ginting juga menjelaskan bahwa bukan berhenti membeli tapi memindahkan dari sambu enok ke sambu guntung.
" yang isu berhenti membeli itu terjadi di Sambu Enok Pak, disana yang seharusnya membeli kelapa kering (kopra) beberapa bulan terakhir membantu menampung beli kelapa bulat, karna penuh di stop sementata dan diarahkan ke sambu guntung, itu sebenarnya pak, kalau di guntung dan p. burung 24 jam menampung terus pak" jelas ginting
Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir Edi Gunawan juga meminta agar PT. Pulau Sambu memprioritaskan petani yang menjual disekitaran PT. pulau sambu agar diperoritaskan
" Petani kita yang dari daerah sini kalau bisa jangan ikut antrian yang lama-lama itu pak, dikhususkan tempat bagi mereka hingga tidak lagi antri, tetapi langsung bongkar" Pinta Anggota DPRD 3 Periode ini
Tentang Pelaksanaan kegiatan Dana CSR Abdul Wahid juga meminta agar pemberdayaan bagi petani diperioritaskan
" kalau bisa CSR nya untuk memberdayakan petani pak, menjaga kebun mereka agar tetap produktif dan berkualitas, apalagi sambu inikan pasokan dari petani, apakah pupuk atau normalisasi sungai atau menanggul kebun yang terancam intrusi air lait." pinta Mantan Anggota DPRD Riau 2 Periode ini
menejemen PT. Pulau Sambu berjanji akan mewujudkan dan melakukan pemberdayaan bagi petani melalui dana CSR. (*)

Berita Lainnya
Walau Hujan Deras Dingin Menusuk Tulang,Warga Boncah Mahang Ramaikan Reses Bung M Arsya Fadillah
DPRD Pekanbaru Panggil Camat Se-Pekanbaru, Bantuan Selama PSBB Tak Jelas
Anggota DPRD Muamar : Pinta Bupati Inhil Jangan Ragu Ganti Kepala OPD yang Kinerja Buruk
DPRD Bintan Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 Jadi Perda
2 September 'Tonggak Demokrasi' Septina Primawati Rusli: Menjadi Inspirasi
Penyampaian Laporan Reses dan Pembentukan Pansus Pokir DPRD Bengkalis
DPRD Inhu Sesalkan Opini Liar Soal AKD Dihubungkan Dengan Paslon Bupati Inhu
Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis Lakukan Peninjauan Jalan Lingkar Timur
Kisruh Tes PCR, Komisi III DPRD Kepri Turun Tangan
DPRD Riau Tunda Semua Jadwal Paripurna dan Perjalanan Dinas Dewan Sampai Akhir Bulan Ini
HM. Wardan Hadiri Pembukaan Orientasi Anggota DPRD Se-provinsi Riau Gelombang II
Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kaderismanto: MTQ Menjadi Momentum dalam Beribadah